Pantau - Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran, Iran, pada Sabtu (6/6/2026) untuk melanjutkan upaya mediasi antara Iran dan Amerika Serikat di tengah kebuntuan proses diplomatik yang masih berlangsung.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari peran Pakistan yang selama beberapa bulan terakhir menjadi mediator dalam hubungan antara Teheran dan Washington.
Menurut laporan kantor berita Tasnim, Naqvi dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Sumber dari Pakistan menyebutkan agenda utama kunjungan itu adalah membahas proposal baru yang ditujukan untuk memecahkan kebuntuan perundingan antara Iran dan Amerika Serikat.
Fokus pada Proposal Diplomatik BaruProposal yang dibawa Pakistan bertujuan memfasilitasi tercapainya pemahaman sementara antara kedua negara serta membuka kembali jalur diplomasi yang mengalami hambatan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketegangan dan mendorong kemajuan dalam proses negosiasi yang belum mencapai kesepakatan final.
Pakistan terus memosisikan diri sebagai mediator utama dalam komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat di tengah dinamika keamanan kawasan Timur Tengah.
Mediasi Berlanjut Setelah Gencatan SenjataPakistan mulai berperan sebagai mediator sejak konflik Iran-AS yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Melalui mediasi Islamabad, kedua pihak berhasil mencapai gencatan senjata sementara pada 8 April 2026.
Namun, proses negosiasi berikutnya mengalami hambatan akibat perselisihan mengenai implementasi kesepakatan serta perkembangan situasi regional yang memengaruhi jalannya diplomasi.
Kunjungan Mohsin Naqvi ke Teheran menjadi bagian dari upaya terbaru Pakistan untuk menghidupkan kembali dialog dan mendorong penyelesaian diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat.




