REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Paus Leo XIV menegaskan serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran bukan "perang yang adil" karena, menurutnya, teori klasik tersebut sudah tidak lagi relevan dengan realitas peperangan modern.
"Tidak ada perang yang adil di sana," kata Leo kepada wartawan dalam penerbangan dari Roma ke Madrid, Sabtu (6/6/2026), yang menandai perjalanan luar negeri keempatnya sebagai Paus.
Baca Juga
Teladan Rasulullah Hadapi Kenaikan Harga, Larang Penimbunan dan Manipulasi Pasar
Rupiah Melemah, Muhammadiyah Ingatkan Akhlak Bisnis saat Ekonomi Sulit
Serangan Israel Hantam Tenda Pengungsi di Gaza Barat, Delapan Warga Palestina Gugur
Komentar tersebut disampaikan Paus Leo ketika menanggapi pertanyaan jurnalis terkait klaim Wakil Presiden AS JD Vance yang menggunakan konsep "perang yang adil" untuk membela tindakan militer Washington terhadap Teheran.
Menurut Leo, konsep filosofis mengenai perang yang adil lahir berabad-abad lalu, pada masa ketika umat manusia belum mampu membayangkan daya hancur masif dari persenjataan modern seperti saat ini.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Masalahnya adalah teori perang yang adil berasal dari berabad-abad yang lalu, dari masa ketika orang tidak dapat membayangkan senjata dan kapasitas penghancuran yang ada saat ini," ujarnya.
Pernyataan tegas Paus Leo ini memperpanjang keretakan hubungan diplomatik dan tensi politik antara Vatikan dan Presiden AS Donald Trump terkait eskalasi konflik di Iran.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)