Tenda hajatan yang sempat viral karena berdiri di badan Jalan Provinsi di wilayah Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, akhirnya dibongkar dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Pembongkaran dilakukan setelah adanya koordinasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Solokanjeruk dan pihak keluarga penyelenggara hajatan.
Sebelumnya, keberadaan tenda tersebut menjadi sorotan publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam video itu terlihat sebagian badan jalan digunakan untuk kepentingan hajatan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sorotan terhadap tenda tersebut juga datang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Melalui video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Dedi meminta agar penggunaan jalan provinsi untuk kepentingan pribadi dihentikan dan tenda segera dibongkar.
Menindaklanjuti hal itu, unsur Forkopimcam Solokanjeruk yang terdiri dari pihak kecamatan, kepolisian, dan TNI melakukan komunikasi langsung dengan pemilik hajatan pada Jumat malam (5/6).
Kapolsek Solokanjeruk IPTU Fathan Malisi mengatakan pendekatan dilakukan secara persuasif agar persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Setelah dilakukan musyawarah, pihak keluarga menerima arahan dari Forkopimcam dan menyatakan kesediaannya untuk memindahkan tenda dari badan jalan.
"Setelah dilakukan musyawarah dan diberikan pemahaman, pihak keluarga hajat menerima serta bersedia memindahkan tenda ke lokasi yang tidak mengganggu pengguna jalan," kata Fathan.
Pembongkaran tenda dilakukan secara gotong royong oleh keluarga pemilik hajatan, warga sekitar, serta panitia acara. Proses pemindahan berlangsung lancar dan mendapat pengawalan dari unsur Forkopimcam.
Tenda yang sebelumnya berdiri di badan jalan provinsi kemudian dipindahkan ke area yang dinilai lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat.
Dengan selesainya proses pembongkaran, arus kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut kembali normal. Pengguna jalan kini dapat melintas tanpa hambatan maupun penyempitan jalur yang sebelumnya dikhawatirkan memicu kemacetan.
Forkopimcam Solokanjeruk menyebut penyelesaian melalui dialog dan musyawarah menjadi contoh penanganan persoalan masyarakat secara humanis. Selain mengedepankan aturan, pendekatan tersebut juga menjaga hubungan baik antara pemerintah dan warga.
Selama proses koordinasi hingga pembongkaran tenda berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman, tertib, dan kondusif.





