Hari bebas kendaraan bermotor atau car free day kembali digelar di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). Masyarakat merespons positif penyelenggaraan car free day di lokasi itu yang diikuti sejumlah perbaikan setelah uji coba sebulan yang lalu.
Warga dari berbagai usia dan kalangan menikmati car free day di Jalan HR Rasuna Said sejak pukul 05.30 hingga pukul 09.00 WIB. Ada yang berjalan-jalan, berlari, bersepeda, atau berfoto di lintasan sepanjang 4,4 kilometer pada sisi timur dan sisi barat Jalan HR Rasuna Said.
Suasana pagi itu bertambah meriah dengan parade Abang None Jakarta, sosialisasi komunitas pilah sampah, dan permainan tradisional. Pemerintah Provinsi Jakarta juga membuka bazar murah dan layanan pembuatan Kartu Layanan Gratis (KLG) naik angkutan umum.
Salah seorang warga, Nindy (38), mengaku sudah dua kali mengikuti car free day di kawasan tersebut. Ia tak melewatkan aktivitas itu karena memang suka berolahraga dan tinggal dekat Jalan HR Rasuna Said.
Saat uji coba pada 10 Mei lalu, Nindy berjalan kaki di area car free day. Pada Minggu ini, dia bersepeda di kawasan tersebut.
”Biasanya car free day di area Sudirman-Thamrin. Di sana ramai banget, agak sempit buat gowes (bersepeda). Kalau di sini lebih lega, lebih nyaman karena memecah keramaian car free day,” tuturnya.
Warga lainnya, Nova (44), pun sependapat. Nova naik LRT Jabodebek dari Bekasi, Jawa Barat, ke lokasi car free day. Menurut dia, akses ke Jalan HR Rasuna Said lebih terjangkau daripada menuju kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.
”Dengan LRT, lebih terjangkau ya dan menambah pilihan tempat olahraga. Saya juga lebih menikmati di sini karena tidak sepadat Sudirman-Thamrin,” katanya.
Nindy dan Nova pun mengaku puas dengan penyelenggaraan car free day di Jalan HR Rasuna Said. Namun, mereka berharap Pemerintah Provinsi Jakarta bisa mengatur sebaik mungkin rekayasa lalu lintas di Jalan HR Rasuna Said karena ada rumah sakit, tempat ibadah, hotel, perkantoran, dan kedutaan besar.
Hal ini agar aktivitas car free day tidak berbenturan dengan keperluan lainnya. Dengan demikian, harapan untuk memperluas akses terhadap ruang publik, mendorong gaya hidup sehat, dan memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan bisa terwujud.
Pemprov Jakarta telah melakukan sejumlah penyesuaian seiring keluhan warga terhadap car free day di Jalan HR Rasuna Said pada 10 Mei lalu. Saat itu, ada titik parkir yang belum optimal dan ditemukan kendaraan pengunjung parkir tidak pada tempatnya sehingga memicu kepadatan dan mengganggu arus lalu lintas.
Selain itu, ada potensi pungutan liar karena praktik parkir liar. Warga juga mengeluhkan kendala akses di sekitar Kedubes Malaysia dan Kementerian Kesehatan.
Biasanya ’car free day’ di area Sudirman-Thamrin. Di sana ramai banget, agak sempit buat gowes (bersepeda). Kalau di sini lebih lega, lebih nyaman karena memecah keramaian ’car free day’.
Oleh karena itu, pelaksanaan car free day di Jalan HR Rasuna Said diubah menjadi pukul 05.30-09.00. Ini berbeda dari car free day di titik lain yang berlangsung hingga pukul 10.00.
Selain itu, dilakukan pengalihan arus lalu lintas yang dibagi menjadi 10 rute. Tersedia pula empat lokasi parkir off street dengan kapasitas 1.914 mobil dan 1.910 sepeda motor. Ada juga layanan transportasi umum, yakni tujuh rute Transjakarta dan dua rute LRT Jabodebek.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, waktu pelaksanaan car free day di Jalan HR Rasuna Said hanya sampai pukul 09.00 agar akses warga yang ingin beribadah di gereja sekitar area itu tidak terganggu. Pramono juga mengaku menerima banyak masukan dari warga saat berkeliling di car free day.
”Mereka (warga) mengharapkan car free day ini menjadi kontinu, terus-menerus. Ada juga yang mengharapkan beberapa perbaikan karena memang terus terang saja penataan kawasan belum selesai secara keseluruhan,” tuturnya.
Pemprov Jakarta menata Jalan HR Rasuna Said sejak 14 Januari 2026. Setelah memotong tiang monorel mangkrak, pekerjaan dilanjutkan ke penataan jalan, trotoar, dan kelengkapannya.
Sisi timur Jalan HR Rasuna Said sepanjang 3,5 kilometer ditata sama dengan sisi baratnya. Ada lajur bus Transjakarta, lajur umum, lajur sepeda, dan trotoar.
”Saya melihat potensi yang ada di kawasan Kuningan ini. Pasti akan menjadi landmark baru untuk car free day di Jakarta selain Sudirman-Thamrin yang sekarang sudah sangat padat, hampir 40.000-50.000 orang setiap minggunya,” ujar Pramono.
Pramono juga meminta jajarannya untuk memperhatikan kebersihan, ketentuan berdagang di area car free day, dan aspek lainnya. Jangan sampai hal-hal kecil menjadi masalah dan viral.





