Liputan6.com, Jakarta - Kualitas udara Jakarta pada Minggu pagi (6/7/2026) akhir pekan ini tidak sehat. Hal itu menurut IQAir dikutip Liputan6.com dari laman resminya dengan pembaruan pada pukul 10.00 WIB.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 156 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 63 mikrogram per meter kubik.
Advertisement
PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara, termasuk debu, asap dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.
Ada empat rekomendasi kesehatan yang disampaikan oleh IQAir. Pertama, hindari berolahraga di luar ruangan. Kedua, tutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
"Ketiga, kenakan masker di luar ruangan. Keempat, gunakan alat pembersih udara," tulis IQAir, Minggu (6/7/2026).
Sebelumnya,sebagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengurangi emisi adalah dengan kembali menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan mayoritas warga yang sudah mengikuti kegiatan tersebut menginginkan agar CFD Rasuna Said dapat digelar secara rutin.
"Hampir 95-96 persen lebih, mereka mengharapkan CFD ini menjadi kontinu, terus-menerus," ujar Pramono.




