PP GPA Desak KPK Usut Aliran Dana Korupsi Silmy Karim, Bongkar Pihak yang Menikmati Hasil Kejahatan

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jakarta.jpnn.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al-Washliyah (PP GPA) Aminullah Siagian meminta KPK tidak hanya memproses hukum mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.

Aminullah juga mendesak KPK mengusut secara menyeluruh aliran dana dari dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Silmy Karim.

BACA JUGA: DPP GARANSI dan AMPPUH Demo di KPK, Kritisi Kondisi Pematangsiantar

Menurut Aminullah, pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka atau pemidanaan pelaku utama semata. 

Dia menegaskan KPK harus menelusuri ke mana saja dana hasil dugaan korupsi tersebut mengalir serta siapa saja pihak yang diduga turut menikmati atau menerima keuntungan dari tindak pidana tersebut.

BACA JUGA: Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Kena OTT KPK, 26 Orang Juga Ditangkap

“Jadi, semua pihak yang menerima hasil korupsi ini juga harus dibuka keterlibatannya. Kami juga mendorong Silmy Karim menjadi justice collaborator agar seluruh fakta yang selama ini tersembunyi dapat terungkap secara terang benderang,” ujar Aminullah di Jakarta, Sabtu (7/6).

Dia menegaskan langkah penelusuran aset dan aliran dana merupakan bagian penting dalam upaya memulihkan kerugian negara sekaligus memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum. 

BACA JUGA: Ketum PP GPA Dukung Gus Yaqut Hadapi Kasus Hukum di KPK

Menurutnya, keberanian aparat penegak hukum membongkar jaringan penerima manfaat korupsi akan menjadi ukuran keseriusan negara dalam memerangi praktik korupsi yang merugikan rakyat.

“Kami mendukung penuh komitmen kuat Presiden Prabowo untuk menangkap para maling uang negara, siapa pun orangnya, termasuk apabila melibatkan pejabat negara yang terbukti melakukan korupsi. Tidak boleh ada tebang pilih dalam penegakan hukum,” tegasnya.

Aminullah menambahkan publik saat ini menaruh harapan besar kepada KPK untuk mengusut perkara tersebut hingga ke akar-akarnya.

Menurut dia, transparansi proses hukum dinilai penting guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap agenda pemberantasan korupsi yang tengah digencarkan pemerintah.

PP GPA juga berharap KPK menerapkan pendekatan asset recovery secara maksimal sehingga setiap aset yang berasal dari dugaan tindak pidana korupsi dapat disita dan dikembalikan kepada negara. 

Dengan demikian, penegakan hukum tidak hanya memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga mampu memulihkan kerugian keuangan negara demi kepentingan rakyat.

“Jangan sampai ada pihak yang menikmati hasil korupsi, tetapi luput dari proses hukum. KPK harus membongkar seluruh rantai keterlibatan dalam perkara ini agar keadilan benar-benar dapat ditegakkan,” kata Aminullah. (Jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, PVMBG Imbau Warga Pakai Masker
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Upaya Pemprov Jakarta Benahi RW Kumuh: Peningkatan Kualitas Permukiman hingga Peremajaan
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Mau Nobar Piala Dunia 2026? Ini Daftar Tarif Lisensi Resmi dari Rp10 Juta hingga Rp150 Juta
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Campaign "Bring Your Tumbler" Berakhir, XXI Kembali Larang Bawa Tumbler
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Saham BBCA Turun 11 Persen Sepekan, di Mana Area Support Pentingnya?
• 9 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.