Bisnis.com, MAKKAH — Petugas bandara dapat membongkar barang bawaan jemaah haji apabila menemukan air zamzam maupun barang lain yang tidak sesuai ketentuan di dalam koper. Apabila kasus itu banyak terjadi, proses distribusi koper dan jadwal penerbangan bisa terpengaruh sehingga menghambat kelancaran pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Maria Assegaf mengatakan kepatuhan terhadap aturan bagasi menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran operasional pemulangan jemaah haji. Dia mengimbau jemaah agar mematuhi ketentuan barang bawaan selama fase kepulangan, termasuk soal larangan membawa air zamzam di dalam koper.
Larangan membawa air zamzam di dalam koper menjadi salah satu aturan yang terus disosialisasikan kepada jemaah. Apabila terdapat temuan itu, petugas dapat melakukan pembongkaran bagasi sehingga memperlambat proses penerbangan.
"Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan," ujar Maria, dikutip pada Minggu (7/6/2026).
Maria menjelaskan bahwa setiap koper yang terdeteksi membawa air zamzam harus melalui pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur keamanan bandara Arab Saudi. Proses tersebut tidak hanya berdampak pada koper milik jemaah yang bersangkutan, tetapi juga berpotensi memengaruhi alur penanganan bagasi dalam satu kelompok penerbangan.
Kemenhaj meminta seluruh jemaah mematuhi aturan yang telah ditetapkan agar proses pemulangan berjalan lebih cepat, tertib, dan nyaman.
Baca Juga
- Kasus Haji Ilegal dan Badal Haji Tidak Resmi, 24 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi
- KH Cholil Nafis: Arbain Bukan Penentu Sah atau Tidaknya Haji, Jemaah Tak Perlu Khawatir
- Amirul Hajj Ingin Jemaah Makin Rajin Pakai Tumbler, Galakan Haji Ramah Lingkungan
Menurut Maria, pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam resmi sehingga jemaah tidak perlu membawa sendiri air zamzam di dalam koper.
"Kami memahami keinginan jemaah untuk membawa zamzam. Namun, pemerintah telah menyiapkan distribusi zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper," ujarnya.
Hingga Sabtu (6/6/2026), sebanyak 75 kelompok terbang (kloter) dengan total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 kloter dengan total 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air.
Selain itu, sebanyak 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Indonesia.
Maria mengakui masih terdapat sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal maupun keterlambatan selama masa puncak pemulangan jemaah.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin," ujarnya.
Di tengah proses pemulangan, tahapan operasional haji juga memasuki fase pergerakan jemaah gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah.
Mulai Minggu (7/6/2026), jemaah gelombang kedua dijadwalkan bergerak secara bertahap ke Kota Nabi sebelum nantinya kembali ke Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah untuk tidak membawa barang secara berlebihan guna mendukung kelancaran mobilisasi dan pelayanan selama fase akhir penyelenggaraan haji.
"Kami mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat," kata Maria.





