Euforia Piala Dunia 2026 Makin Meriah, Pelaku Usaha Rela Bayar Lisensi TVRI Demi Gelar Acara Nobar

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Euforia Piala Dunia 2026 semakin meriah menjelang hari pelaksanaannya. Para pelaku usaha bahkan sampai rela bayar lisensi TVRI demi menggelar acara nobar (nonton bareng).

Para pelaku usaha di Malang mulai memanfaatkan euforia Piala Dunia. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menyusun strategi khusus.

Euforia gelaran sepak bola terbesar itu dimanfaatkan untuk mendongkrak usaha mereka. Sehingga omzet pendapatan bisa meningkat. Bagaimana caranya?

Beberapa tempat usaha seperti rental gim (PS) dan warung kopi (warkop) 24 jam di Kota Malang mengambil langkah nyata. Demi menarik minat para penggemar sepak bola, tempat ini berencana menggelar acara nonton bareng (nobar) resmi sepanjang turnamen berlangsung.

Segala persiapan telah dilakukan. Termasuk mendekorasi ruang bertema sepak bola sampai fasilitas lain demi kenyamanan pengunjung.

"Kami lagi mempersiapkan semua. Nanti bikin get entry dan memasang bendera-bendera untuk membangun euforia piala dunia," ujar Dimas, Manajer Abel PS, dikutip dari Kompas.com.

Kendati demikian, Dimas tidak menampik adanya tantangan. Perbedaan zona waktu misalnya, karena mayoritas pertandingan akan disiarkan pada dini hari hingga pagi waktu Indonesia barat.

"Kalau melihat jadwal sekarang sebenarnya agak ragu karena mainnya pagi. Waktunya orang bekerja," ujar Dimas.

Meskipun begitu, Dimas mengaku tetap optimis bahwa fanatisme masyarakat tidak akan surut. Momen berharga ini harus ia manfaatkan sebaik-baiknya.

"Yang jelas targetnya tetap omzet," imbuhnya.

Sebagai seseorang yang patuh terhadap hukum, Abel PS memastikan bahwa kegiatan nobar bersifat legal. Pihak manajemen telah mengurus lisensi resmi hak siar pertandingan melalui TVRI selaku pemegang hak siar resmi Piala Dunia 2026 di wilayah Indonesia.

 

"Kami sudah mengurus dan sudah melakukan pembayaran lisensinya," tegasnya.

"Yang penting pelanggan datang, pesan makan dan minum, itu saja."

"Kalau kami kemarin kena sekitar Rp 11 juta untuk satu periode pelaksanaan," tambahnya.

Euforia Piala Dunia 2026 semakin meriah menjelang hari pelaksanaannya. Warkop di Malang bahkan sampai rela bayar lisensi TVRI demi menggelar acara nobar (nonton bareng).

Antusiasme juga dirasakan warga Kalbar (Kalimantan Barat). Tak sedikit yang berbondong-bondong mendaftarkan lisensi nonton bareng.

Dilansir dari Antara, sejak pengumuman resmi, permintaan lisensi mulai berdatangan. Mulai dari komunitas masyarakat, instansi pemerintahan, hingga pelaku usaha seperti hotel, kafe, dan restoran.

Diketahui, Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli. Siaran dapat ditonton melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Jayapura perkuat tata kelola objek wisata berbasis masyarakat
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Jelang Piala Dunia 2026: Amerika Serikat Tersungkur 1-2 dari Jerman meski Tampil Dominan
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Anthropic: Pengembangan AI Dunia Harus Jeda, AI Terbukti Kembangkan Diri Sendiri
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Admitad Menghadirkan Brand, Publisher, dan Agensi Terkemuka Indonesia dalam Jamuan Makan Malam Eksklusif di Jakarta
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Mengenal Sandwich Generation, Fenomena yang Banyak Dialami Anak Muda Indonesia-Edukasi Ekonomi
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.