Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka lebih dari 2.800 lowongan kerja melalui program Padat Karya sebagai bantalan sosial bagi warga yang terdampak tekanan ekonomi. Mereka nantinya akan digaji setara UMP DKI Jakarta yaitu sekitar Rp 5,7 juta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan program tersebut disiapkan karena kondisi ekonomi mulai dirasakan masyarakat. Karena itu, Pemprov DKI mengambil langkah dengan membuka lapangan pekerjaan jangka pendek bagi warga yang belum memiliki pekerjaan.
“Jadi yang Padat Karya kurang lebih 2.800 lebih, itu adalah betul-betul kegiatan yang bersifat jangka pendek. Karena tekanan ekonomi ini mulai terasa. Jadi kami berinisiatif untuk membuka ruang Padat Karya,” kata Pramono di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (7/6).
Namun, ia memastikan bantuan untuk sektor lain tetap berjalan dan bahkan ditingkatkan.
“Karena memang ini adalah program jangka pendek untuk bantalan sosial. Tetapi untuk DKI Jakarta yang lain-lain masih tetap sepenuhnya dialokasikan,” kata Pramono.
“Apakah itu untuk berkaitan dengan sosial, berkaitan dengan kesehatan, berkaitan dengan pendidikan, tidak ada yang dikurangi sedikitpun, bahkan malah ditambah. Kenapa itu kami lakukan? Karena bagaimanapun Jakarta ini kan sebagai barometer Indonesia,” lanjutnya.
Menurut Pramono, peran Jakarta terhadap perekonomian nasional sangat besar. Karena itu, Pemprov DKI perlu mengambil langkah antisipatif ketika tekanan ekonomi mulai dirasakan masyarakat.
“Apalagi kontribusi Jakarta terhadap GDP itu adalah 16,67%, sehingga dengan demikian cukup signifikan untuk itu,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Firdaus Ali menjelaskan lowongan padat karya akan mulai dibuka secara bertahap pada pekan depan.
“Di SDA (Sumber Daya Air), di Bina Marga, itu sudah ada. Tinggal mungkin minggu depan kecamatan kan sudah bisa dibuka,” kata Firdaus.
Ia mengatakan pekerjaan yang tersedia mayoritas berkaitan dengan pemeliharaan fasilitas publik dan lingkungan. Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan menggunakan alat akan dialihkan kepada tenaga kerja padat karya.
“Ya, apa saja. Misalkan membersihkan saluran, yang mungkin selama ini dikerjakan secara teratur (menggunakan alat), kita minta dikerjakan oleh manusia,” ujarnya.
Firdaus menegaskan program tersebut hanya bersifat sementara dan akan berjalan sepanjang tahun ini.
“Ya pokoknya tahun ini, itu bantalan sosial kita dulu. Nanti kalau ada peluang lain kita akan buka. Jadi nanti kita ke depan, selama kita memastikan bantalan sosial ini ada ya. Pak Gub sudah memberikan arahan bahwa semaksimal mungkin bisa mempekerjakan warga yang tidak punya pekerjaan,” katanya.
Menurut Firdaus, program ini secara khusus ditujukan bagi warga yang menganggur atau kehilangan pekerjaan. Karena itu, warga yang sudah memiliki pekerjaan tidak diperbolehkan ikut serta.
“Enggak ada. Yang penting syarat khusus Pak Gub, dia enggak mau kemudian yang sudah punya pekerjaan, jangan lagi. Cuma ganti baju saja, jangan,” ujar Firdaus.
“Ini betul-betul kita buka untuk yang baru. Tidak ada pendidikan (minimal),” sambung dia.
Firdaus mengatakan pendaftaran dapat dilakukan melalui kelurahan terdekat setelah kebutuhan tenaga kerja di masing-masing wilayah dipetakan.
“Nanti ke kelurahan terdekat. Nanti kan kita minta mapping-nya. Misalkan Lingkungan Hidup di kelurahan mana saja ada peluang untuk kemudian Padat Karya Tunai ya. Lalu kemudian dinas lain juga kita minta. Nah, nanti kemudian lurah setempat sudah kita kasih tahu bahwa ini di sini ada kesempatan Padat Karya Tunai sekian orang,” jelasnya.
Ia menegaskan proses pendaftaran akan dilakukan secara terbuka.
“Lalu pendaftarannya kita minta secara terbuka. Syaratnya cuma satu: tidak boleh untuk orang yang sudah, ya misalkan dia di PPSU dan sebagainya, masa dia kemudian ganti baju kemudian dia cari sampingan? Enggak,” katanya.
Info Lowongan di Aplikasi Jaki dan Situs Pemprov
Firdaus menambahkan informasi lowongan nantinya akan diumumkan melalui aplikasi JAKI dan kanal resmi Pemprov.
“Itu nanti kemudian begitu sudah di-oke-kan minggu depan itu, sudah di-announce oleh masing-masing dinas, nanti dikomunikasikan dengan kelurahan. Nanti akan ada di JAKI, di informasi kita pasti ada,” ujarnya.
Ia juga memastikan seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya.
“Oh enggak ada. Boro-boro, free, orang kita mau kasih kerjaan kok masa dipungut? Jangan. Kasih tau kita, nanti saya lapor ke Pak Gub kalo ada yang mungut, wah itu namanya kurang ajar,” tegasnya.
Adapun jenis pekerjaan yang disiapkan antara lain seperti membersihkan saluran air, mengecat trotoar, membantu pengumpulan sampah, hingga mengangkut material.
“Membersihkan saluran, kemudian mengecat trotoar, ya. Kemudian tadi membantu kemudian proses pengumpulan sampah, ya. Kemudian di dinas SDA, banyak kemudian ya material yang bisa kemudian dibantu untuk diangkut. Pokoknya apa saja yang bisa dikerjakan oleh masyarakat, jangan dikerjakan oleh mesin,” kata Firdaus.
Hanya Warga Ber-KTP Jakarta
Program ini hanya diperuntukkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta. Selain itu, peserta juga harus dipastikan tidak memiliki pekerjaan lain saat mendaftar.
“KTP Jakarta. Ya, kita sekali lagi mohon maaf ini memang ya bantalan sosialnya untuk warga Jakarta. Jadi yang punya KTP Jakarta sudah pastilah. Itu syarat pertama KTP Jakarta, kedua adalah tadi tidak punya pekerjaan lain. Jadi tidak boleh disalahgunakan,” ujarnya.
Firdaus menambahkan tidak ada batasan usia khusus bagi peserta, selama masih berada dalam usia produktif dan sehat untuk bekerja.
“Usia enggak ada. Enggak ada batasan usia. Pokoknya usia produktif lah,” pungkas dia.





