3 Santri di Lombok Tengah Diduga Dibakar Kakak Kelas, 1 Orang Meninggal

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tiga santri pondok pesantren yang berada di Dusun Sengkol II, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni ADR, SAH, dan SS (13) diduga dibakar kakak kelasnya sesama santri.

Kasus pembakaran ini terungkap setelah video salah satu korban beredar dan viral di media sosial (medsos). Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada November 2025 lalu, dan menewaskan satu santri yakni SS setelah dua bulan dirawat.

Salah seorang korban yang kini mengalami luka bakar serius SAH (13) membeberkan peristiwa pembakaran tersebut. November 2025, SAH dan teman-temannya melaporkan senior mereka ke pimpinan pesantren karena seniornya berbuat kenakalan.

Senior SAH dipanggil oleh pimpinan pesantren. Hal itu membuat senior SAH dendam dan tidak terima hingga mengacam akan melakukan pembakaran.

"Teman saya ada yang ditelanjangi, terus dia dipanggil sama Abah (Pimpinan Ponpes) setelah itu dia mengancam akan membakar, dan setelah tiga hari dia membakar," tutur SAH Sabtu (6/6).

Setelah tiga hari usai dipanggil pimpinan itu, senior SAH memanggil SAH dan teman-temannya ke ruangan kosong yang sudah tidak digunakan ponpes.

Di ruangan itu, pelaku yang sudah membawa bensin, menyiramkannya, lalu menyulutkan api. Ruangan langsung tebakar karena terdapat banyak barang mudah terbakar seperti kertas hingga kayu bekas.

SAH dan teman-temannya tidak bisa melarikan diri karena pintu ruangan dikuci dari luar. Hingga akhirnya mereka bisa dievakuasi namun dengan kondisi luka bakar di tubuh.

SAH mengaku sebelumnya tidak pernah bertengkar ataupun memiliki masalah dengan pelaku (kakak kelasnya), kejadian itu diceritakan SAH berlangsung spontan.

"Tidak pernah (bertengkar), dia masuk dan membakar kayu itu, waktu itu saya berlima di dalam kamar sama dia juga," akunya.

Sementara itu, Bibi SAH, Nurul Hidayah menyayangkan peristiwa itu, ia mengaku sejak kejadian pembakaran, SAH harus menahan rasa sakit selama tiga bulan lebih dengan kondisi dari ujung kakinya sampai perut mengalami luka bakar serius.

Nurul juga menyebut, SAH malu dengan luka bakar itu. Terlebih kepada para tetangga dan keluarga yang membesuknya.

"Selama tiga bulan, dia katanya malu dilihat oleh orang, makanya kalau ada keluarga yang besuk hanya bisa melihat dari luar saja, dia (SAH) selalu minta ditutupin tubuhnya seperti layaknya mayat," ucap Nurul sambil meneteskan air mata.

Nurul juga mengungkap kejadian itu bermula saat MR dan YS (15) para terduga pelaku membawa 1 botol bensin ke dalam ruangan kosong bersama 3 orang korban.

"Awalnya si anak itu (terduga pelaku) berdua masuk bawa bensin terus dia bungkus bensin itu pakai plastik lalu dibakar akhirnya kaget karena lalu anak yang dua itu berlari, nah yang tiga ini tidak bisa keluar soalnya dia tutup keras pintu itu," ujar nurul.

Nurul melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lombok Tengah karena menganggap peristiwa ini janggal dan pengelola Ponpes maupun terduga pelaku tidak bertanggung jawab dalam pengobatan korban,

"Harapan saya hanya meminta keadilan dan tanggung jawab bukan uang bukan apa," ujarnya.

Menanggapi ini, Kasi Humas Polres Lombok tengah Iptu Lalu Brata Kusnadi membenarkan laporan tersebut telah dilayangkan pada hari Kamis (4/6), ia menyebut bahwa kasus ini sudah ditangani unit PPA Polres, karena melibatkan anak di bawah umur.

“Dapat kami laporkan bahwa memang benar kita menerima adanya laporan dari salah satu korban kekerasan anak yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Batu Keliang, kemudian laporan ini kami lanjutkan ke Unit PPA," ungkap Iptu Lalu Brata.

Brata mengatakan fokus penyidik saat ini ialah mengumpulkan keterangan dan alat bukti sebanyak-banyaknya. Agar bisa mengungkap dan mengurai alur kejadian perkara, mengingat kasus dugaan pembakaran ini sudah berlangsung cukup lama sekitar delapan bulan yang lalu.

"Dengan adanya keterangan ini tentunya kita bisa mendapatkan informasi dari pelapor siapa saja yang terlibat dalam persoalan ini untuk nanti kita panggil dimintai keterangan. Sementara untuk terduga pelaku kita belum bisa panggil karena kita kumpulkan dulu keterangan ini," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareng Ribuan Masyarakat, Khofifah Aksi Bersih Sampah-Tanam Pohon
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Banyak Sosok Belum Tersentuh, Peluang Sony Sonjaya Jadi "Justice Collaborator"
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Upah riil Jepang menguat di tengah lemahnya konsumsi domestik
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Membangun Loyalitas ASN Mempromosikan Jember
• 24 menit lalueranasional.com
thumb
PBB Anugerahkan Dag Hammarskjöld Medal kepada Peacekeepers Indonesia yang Gugur saat Tugas
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.