Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah menggenjot pembangunan Sekolah Rakyat. Targetnya, lebih 100.000 siswa yang berasal dari masyarakat kurang mampu bisa bersekolah di Sekolah Rakyat.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat mendampingi kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali pada Minggu (7/6/2026).
Gus Ipul mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan open house atau membuka kesempatan bagi calon siswa dan orang tua siswa untuk melihat Sekolah Rakyat di Bali.
"Mereka [siswa] dijangkau, jadi tidak membuka pendaftaran. Akan tetapi, [pemerintah] menjangkau mereka-mereka yang memenuhi kriteria untuk bisa bersekolah di Sekolah Rakyat," katanya.
Dia mengatakan bahwa siswa yang bersekolah di Sekolah Rakyat merupakan siswa yang kurang mampu dan masuk di data tunggal sosial ekonomi nasional. Apabila tidak tercatat di data tunggal itu, maka kemudian akan ada pemutakhiran.
"Di sini [Sekolah Rakyat] dilarang suap menyuap, membayar, titipan dari siapapun. Ini disampaikan ke pendamping Pemda yang turut melakukan penjangkauan Sekolah Rakyat," ujarnya.
Dia membeberkan bahwa pada tahun ajar 2025-2026 telah ada lebih dari 15.000 siswa di Sekolah Rakyat. Kemudian, pada periode 2026-2027 terdapat penambahan alokasi 32.000 siswa Sekolah Rakyat.
"Tahun depan, 2027-2028 bisa ada lebih dari 100.000 siswa," ujar Gus Ipul.
Sampai saat ini, sudah ada 166 titik Sekolah Rakyat yang merupakan rintisan. Pemerintah tengah membangun gedung untuk Sekolah Rakyat permanen di seluruh Indonesia. Kemudian, 93 Sekolah Rakyat permanen tengah berproses, dengan pembangunan hampir 80%.
Adapun, Prabowo menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara untuk membantu masyarakat yang paling membutuhkan, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang layak.
"Memang Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah, mereka yang paling kurang berdaya," ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, pembangunan bangsa pada akhirnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
"Pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik. Karena itu usaha untuk berbuat agar rakyat hidup baik, hidup layak adalah usaha yang sangat besar. Kita harus bekerja keras di semua bidang," kata Prabowo.





