JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta meningkat seiring pengembangan sejumlah proyek integrasi transportasi yang tengah disiapkan oleh pemerintah.
Menurut Pramono, peningkatan konektivitas menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak warga beralih menggunakan transportasi umum.
Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta dalam waktu dekat akan memulai pembangunan kawasan integrasi transportasi di Dukuh Atas yang sementara dikenal dengan konsep "donat".
Baca juga: Pramono Sebut 95 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Digelar Rutin
Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah DKI Jakarta dan jajaran terkait, termasuk bidang keuangan, untuk mempersiapkan proses peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek tersebut.
"Kalau itu bisa diresmikan, maka konektivitas di Jakarta yang sekarang ini 93 persen pasti akan mengalami kenaikan," ujar Pramono kepada awak media saat ditemui dikawasan HR Rasuna Said, Minggu (7/6/2026).
Menurut dia, proyek integrasi tersebut dirancang untuk menghubungkan berbagai moda transportasi yang beroperasi di Jakarta sehingga masyarakat dapat berpindah layanan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.
Baca juga: Didampingi Cinta Laura, Pramono Kampanyekan Pilah Sampah di CFD Rasuna Said
Selain proyek di Dukuh Atas, Pemprov DKI Jakarta juga menunggu penyelesaian jalur transportasi LRT yang menghubungkan Velodrome di Jakarta Timur hingga Manggarai di Jakarta Selatan.
Pramono berharap jalur tersebut dapat diresmikan pada Agustus 2026 untuk semakin memperkuat jaringan transportasi publik di ibu kota.
"Bulan Agustus mudah-mudahan dari Velodrome, Kelapa Gading sampai dengan Manggarai juga bisa diresmikan," kata dia.
Baca juga: Pramono Anung Jadi Wakil Ketua C40 Cities, Ini Keuntungan Strategis yang Akan Didapat Jakartala
Ia menilai integrasi transportasi merupakan salah satu kunci untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus mengatasi persoalan kemacetan yang masih menjadi tantangan utama Jakarta.
Dengan sistem transportasi yang semakin terhubung, masyarakat diharapkan dapat menjangkau berbagai wilayah di Jakarta maupun daerah penyangga dengan lebih nyaman dan efisien.
Pramono menegaskan, pengembangan transportasi publik tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur baru, tetapi juga memastikan seluruh moda transportasi dapat terintegrasi dalam satu sistem yang mudah diakses masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




