JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa proses penanganan sampah di kawasan pesisir, termasuk di perairan Muara Angke, Jakarta Utara, yang sempat viral karena tumpukan sampah menyerupai “pulau”, telah selesai dibersihkan.
Pramono menyebut, kawasan tersebut merupakan salah satu titik penting karena menjadi muara dari sedikitnya 13 sungai yang mengalir ke Teluk Jakarta.
Kondisi itu membuat wilayah tersebut rawan terjadi penumpukan sampah sekaligus endapan lumpur.
Baca juga: Bahaya Tersembunyi Pulau Sampah Muara Angke Terhadap Makanan Manusia
“Sedimentasi di Muara Angke sudah dibersihkan. Memerlukan waktu kurang lebih 3-4 hari untuk membersihkan itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang terlihat menumpuk di kawasan tersebut bukan berasal dari laut, melainkan terbawa aliran sungai dari daratan yang kemudian tersangkut pada endapan lumpur di area muara.
Kondisi tersebut membuat sampah tidak langsung terbawa ke laut lepas, melainkan tertahan dan menumpuk di satu titik dalam waktu tertentu.
Baca juga: Bahaya Beracun di Balik Pulau Sampah Muara Angke, Ini Kata Pakar IPB
“Begitu mereka keluar, selama ini mengalami pengendapan di sana. Dan ini sudah berlangsung lama,” ujarnya.
Pramono menilai, kondisi endapan di kawasan muara tersebut memiliki dua sisi.
Di satu sisi, sampah tidak langsung terbawa hingga ke wilayah Kepulauan Seribu atau laut lepas. Namun di sisi lain, tumpukan dapat kembali terbentuk seperti kejadian sebelumnya.
“Minusnya, kalau tidak secara rutin dibersihkan, maka akan menjadi seperti kemarin seperti pulau sampah,” katanya.
Baca juga: Butuh Sebulan Bersihkan Pulau Sampah di Muara Angke Jakut
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pembersihan di kawasan itu dan akan menjadikannya sebagai agenda rutin.
Pramono juga menekankan agar penanganan dilakukan secara berkala, bukan hanya bersifat reaktif.
Menurut dia, Muara Angke merupakan salah satu titik krusial dalam pengelolaan sampah Jakarta karena berkaitan langsung dengan sistem aliran sungai dan kondisi pesisir ibu kota.
"Saya sudah meminta untuk Muara Angke ini secara rutin untuk dibersihkan," ujarnya.
Baca juga: Pulau Sampah di Muara Angke Jakut Ganggu Nelayan, Kapal Kandas dan Baling-baling Patah
Sebagai informasi, Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu sebelumnya menjelaskan bahwa tumpukan sampah di Muara Angke terbentuk akibat sampah dari daratan yang terbawa aliran sungai, terutama saat curah hujan tinggi, lalu tersangkut pada endapan lumpur di perairan tersebut.





