Jakarta (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Noumea menggelar festival kuliner Indonesia sebagai sarana diplomasi ekonomi untuk mempromosikan produk, budaya, dan pariwisata Indonesia kepada masyarakat Kaledonia Baru.
Kegiatan La Journée Culinaire Indonésienne 2026 yang digelar pada Minggu di Noumea, dihadiri lebih dari 2.000 pengunjung dari berbagai wilayah Kaledonia Baru.
“Acara ini menjadi jembatan sederhana namun bermakna yang mempertemukan dua budaya melalui makanan,” kata Konsul Jenderal RI di Noumea, Bambang Gunawan dalam rilis pers KJRI Noumea pada Minggu.
Acara tersebut berlangsung di tengah pemulihan ekonomi Kaledonia Baru pascapandemi dan kerusuhan yang terjadi pada Mei 2024.
KJRI Noumea menilai kegiatan itu menjadi momentum positif untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih konstruktif antara Indonesia dan Kaledonia Baru.
Melalui festival tersebut, Indonesia berharap produk-produk nusantara lebih dikenal luas oleh masyarakat setempat, termasuk jajanan khas seperti bakso Malang dan aneka jajanan pasar tradisional.
Selain itu, sejumlah produk Indonesia, seperti mi instan, telah dikenal luas dan tersedia di berbagai supermarket di Noumea.
Festival itu terselenggara dengan dukungan 12 partisipan, termasuk Dharma Wanita Persatuan KJRI Noumea, asosiasi masyarakat Indonesia dan keturunannya, serta pelaku usaha dari kalangan warga negara Indonesia dan diaspora.
Pameran tersebut juga menampilkan pameran foto sejarah KJRI Noumea serta karya-karya yang mengangkat perjalanan komunitas keturunan Indonesia di Kaledonia Baru.
Berbagai pertunjukan budaya turut memeriahkan acara, mulai dari gamelan, angklung, tari tradisional hingga pencak silat yang mendapat apresiasi dari para pengunjung.
Selain masyarakat umum, kegiatan itu juga dihadiri perwakilan asing dan tokoh masyarakat setempat sehingga menjadi ajang mempererat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan di Kaledonia Baru.
Kegiatan La Journée Culinaire Indonésienne 2026 yang digelar pada Minggu di Noumea, dihadiri lebih dari 2.000 pengunjung dari berbagai wilayah Kaledonia Baru.
“Acara ini menjadi jembatan sederhana namun bermakna yang mempertemukan dua budaya melalui makanan,” kata Konsul Jenderal RI di Noumea, Bambang Gunawan dalam rilis pers KJRI Noumea pada Minggu.
Acara tersebut berlangsung di tengah pemulihan ekonomi Kaledonia Baru pascapandemi dan kerusuhan yang terjadi pada Mei 2024.
KJRI Noumea menilai kegiatan itu menjadi momentum positif untuk memperkuat hubungan dan membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih konstruktif antara Indonesia dan Kaledonia Baru.
Melalui festival tersebut, Indonesia berharap produk-produk nusantara lebih dikenal luas oleh masyarakat setempat, termasuk jajanan khas seperti bakso Malang dan aneka jajanan pasar tradisional.
Selain itu, sejumlah produk Indonesia, seperti mi instan, telah dikenal luas dan tersedia di berbagai supermarket di Noumea.
Festival itu terselenggara dengan dukungan 12 partisipan, termasuk Dharma Wanita Persatuan KJRI Noumea, asosiasi masyarakat Indonesia dan keturunannya, serta pelaku usaha dari kalangan warga negara Indonesia dan diaspora.
Pameran tersebut juga menampilkan pameran foto sejarah KJRI Noumea serta karya-karya yang mengangkat perjalanan komunitas keturunan Indonesia di Kaledonia Baru.
Berbagai pertunjukan budaya turut memeriahkan acara, mulai dari gamelan, angklung, tari tradisional hingga pencak silat yang mendapat apresiasi dari para pengunjung.
Selain masyarakat umum, kegiatan itu juga dihadiri perwakilan asing dan tokoh masyarakat setempat sehingga menjadi ajang mempererat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan di Kaledonia Baru.





