Profil Marshall Pribadi Founder Aplikasi Tandatangan Digital Privy

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Saat ini, tandatangan tidak perlu lagi membutuhkan pulpen di atas kertas.

Pasalnya, kini sudah banyak aplikasi tandatangan digital yang bisa digunakan untuk kebutuhan dokumen yang membutuhkan tandatangan.

Aplikasi tanda tangan digital adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk membubuhkan tanda tangan elektronik pada dokumen secara online.

Aplikasi ini menggunakan teknik kriptografi serta Sertifikat Elektronik dari Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), sehingga memiliki kekuatan hukum dan menjamin keaslian dokumen tanpa perlu dicetak.

Salah satu aplikasi tandatangan digital yang ada di Indonesia, adalah Privy.

Aplikasi ini didirikan oleh foundernya Marshall Pribadi. 

Baca Juga

  • Tokoh Bisnis Nanang Suherman, Modal Rp500.000 Bawa Ayam Goreng Nelongso IPO
  • Tokoh Bisnis di Balik MG Cars, yang Bakal Luncurkan Pabrik Mobil Listrik di Indonesia
  • 20 Tokoh Bisnis Dunia yang Sukses Meski Tanpa Gelar Akademis

Marshall Pribadi pendiri aplikasi digital PrivyID merupakan seorang alumni yang lulus di Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada tahun 2014 lalu. Marshall Pribadi yang akrab disapa Marshall ini merupakan mahasiswa sajarna hukum angkatan 2010.

Belatar belakang pengacara ia merintis PrivyID sejak tahun 2016 yang kini sudah dikenal banyak masyarakat luas. PrivyID menyediakan layanan tangan digital yang mengikat secara hukum serta identitas digital tepercaya bagi bisnis dan pelanggan untuk terhubung secara langsung.

Penggunaan tanda tangan digital PrivyID telah diakui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMENKOMINFO), Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, PrivyID juga merupakan rekan kerja sama resmi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. 

Marshall menegaskan bahwa sejak pendirian Privy di tahun 2016, visi perusahaan bukanlah untuk sekedar menyediakan tanda tangan elektronik, melainkan membangun ekosistem kepercayaan digital atau digital trust.

“Sebab, seiring dengan meningkatkan aktivitas digital lintas industri, kepercayaan merupakan mata uang atau currency utama dalam interaksi digital. Telerbih di era Artificial Intelligence (AI), semakin banyak keputusan, transaksi, hingga proses bisnis yang bergantung pada identitas yang terpercaya dan dokumen digital yang autentik. Hal ini juga yang membuat kami optimis bahwa kebutuhan terhadap kepercayaan digital atau digital trust menjadi semakin penting dalam berbagai aktivitas di ruang digital yang turut terefleksi pada pertumbuhan Privy hingga saat ini,” imbuhnya.

Bagi Privy, kepercayaan digital atau digital trust mencakup tiga lapisan utama yang juga menjadi ekosistem Privy yaitu Trusted Identity (Identitas Terpercaya), Trusted Communication Channel (Saluran Komunikasi Terpercaya), dan Trusted Transaction Authenticity (Keaslian Transaksi Terpercaya).

Pada lapisan Trusted Identity, katanya, Privy membantu memastikan identitas individu maupun institusi dapat diverifikasi secara aman dan akurat. Privy pun menjadi satu-satunya institusi yang menjamin identitas dengan Certificate Warranty hingga Rp1 milar untuk melindungi pengguna dari kerugian akibat dokumen yang ditandatangani dengan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli.

Sementara melalui Trusted Communication Channel, Privy memastikan interaksi digital berlangsung melalui jalur yang aman dan terverifikasi, sehingga informasi yang dipertukarkan memiliki integritas dengan identitas yang bisa dibuktikan. Pada lapisan Trusted Transaction Authenticity, Privy memastikan setiap transaksi digital memiliki bukti autentik yang dapat diverifikasi melalui teknologi seperti tanda tangan elektronik, digital seal, dan timestamping,”.

Perjalanan Privy sejak tahun 2016 memberikan banyak pelajaran bagaimana perusahaan perlu beradaptasi di tengah perubahan teknologi maupun dinamika pasar yang terus berkembang,

Ke depannya, Privy juga telah menyiapkan product-roadmap yang akan semakin mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam kepercayaan digital, termasuk fitur yang memudahkan pengguna dengan dukungan Artificial Intelligence (AI).

Di tahun ini, Marshall Pribadi juga hadir mewakili startup Indonesia pada gelaran MatchCAP Singapore 2026, yang turut menjadi cerminan bagaimana startup Indonesia kini berkembang melampaui perusahaan berbasis teknologi semata, menunju peran yang lebih fundamental dalam membangun infrastruktur digital.

Forum yang difasilitasi oleh Endeavor, organisasi nirlaba yang fokus pada pengembangan high impact entrepreneur di seluruh dunia ini mempertemukan 59 perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dan 73 investor global dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.

Marshall Pribadi selaku CEO dan Founder Privy yang juga terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur pada tahun 2018, sebuah ajang pemilihan para pendiri bisnis berskala besar (high-impact founders) mengatakan pertumbuhan perusahaannya cukup pesat.

“Saya terpilih menjadi bagian dari Endeavor Entrepreneur sejak 2018, dan sejak 8 tahun lalu hingga sekarang, pertumbuhan yang kami capai di Privy—peningkatan pendapatan 25 kali lipat dan lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi—tidak akan terjadi tanpa jejaring atau networking yang tepat di sekitar kami,” ungkap Marshall.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cita-Cita Siswa Sekolah Rakyat Ingin jadi Menteri Pendidikan
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
PPIH: Total 3.135 Haji Debarkasi Makassar Tiba dari Tanah Suci
• 16 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Jonatan Christie Siap Akhiri Puasa Gelar 14 Tahun, Hadapi Wakil Kanada di Final Indonesia Open 2026
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Baldini Ingin Italia Main dengan Kebebasan Lawan Yunani
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Kronologi Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang, Berawal dari Klakson di Jalan
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.