Tingkatkan Kesadaran Komunikasi Inklusif, Mahasiswa Unhas Gelar Sing & Sign 2026

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil menyelenggarakan Sing & Sign 2026, sebuah kegiatan yang bertujuan memperluas kesadaran masyarakat akan pentingnya komunikasi inklusif melalui pembelajaran bahasa isyarat dan musik. Acara ini berlangsung di Makassar Creative Hub dengan dukungan berbagai komunitas seperti Youth Ranger Indonesia (YRI), Kelas Menulis Tuli, Makassar Menyanyi, dan Teman Isyarat Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas.

Sing & Sign 2026 menghadirkan dua sesi utama, yakni Sign Language Class dan Sing & Sign Experience. Pada sesi pertama, peserta diajarkan dasar-dasar bahasa isyarat Indonesia secara interaktif oleh fasilitator berpengalaman. Selanjutnya, dalam sesi Sing & Sign Experience, peserta mempraktikkan bahasa isyarat melalui lagu “Selalu Ada di Nadimu” sebagai media untuk mempererat pemahaman komunikasi inklusif melalui musik.

Kegiatan ini juga menyediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk memastikan aksesibilitas bagi seluruh peserta, termasuk teman-teman difabel, sehingga semua dapat mengikuti rangkaian acara dengan nyaman dan setara.

Harapan Panitia

Antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan pendaftaran mencapai 115 peserta dari berbagai latar belakang. Angka ini mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu aksesibilitas dan pentingnya membangun ruang yang ramah bagi semua kalangan.

Adam Akhinal Rozaq, Project Manager Sing & Sign 2026, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah sederhana untuk memperluas kesadaran tentang komunikasi inklusif.

“Melalui Sing & Sign, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang hangat dan terbuka bagi siapa saja. Kami percaya bahwa komunikasi yang inklusif dapat dimulai dari kemauan untuk saling memahami, dan bahasa isyarat menjadi salah satu jembatan untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya saat ditemui di lokasi acara.

Sementara itu, salah satu peserta, Fachrul, menyampaikan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan kesempatan untuk belajar bahasa isyarat secara langsung sekaligus memahami pentingnya menciptakan ruang yang inklusif. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” jelasnya.

Melalui Sing & Sign 2026, panitia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mempelajari bahasa isyarat dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih terbuka, setara, dan aksesibel. Kegiatan ini menunjukkan bahwa musik dan komunikasi dapat menjadi sarana efektif untuk memperkuat empati, memperluas pemahaman, serta menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi semua. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peneliti AMEC dan Dosen Ilmu Politik soal Peluang Damai di Tengah Meluasnya Serangan AS vs Iran
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Ganda putri Indonesia mulai tunjukkan tren positif di Indonesia Open
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator Kasus MBG, Siapa yang Deg-degan?
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kemensos Buka 3.053 Formasi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026, Ini Syarat dan Jadwal Seleksinya
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Said Iqbal Dikabarkan Akan Dilantik Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.