Lama Mati Suri, Keyboard Blackberry Jadi Primadona Lagi

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Regis Duvignau

Jakarta, CNBC Indonesia - Handphone ikonik Blackberry yang lama mati suri tiba-tiba jadi primadona lagi, bukan karena kecanggihan teknologi barunya, tapi karena keyboard fisiknya.

Di tengah dominasi smartphone layar penuh yang seragam, tren keyboard fisik ala BlackBerry kembali diminati. Sejumlah startup teknologi kini mencoba menghidupkan kembali pengalaman mengetik dengan tombol fisik yang sempat dianggap punah sejak era iPhone dimulai.

Baca: Apa Betul Baterai HP Tak Boleh Dicas 100%? Ini Kata Apple-Samsung

Dua perusahaan seperti Clicks Technology asal Inggris dan Unihertz asal China mulai meluncurkan perangkat dan aksesori smartphone berkeyboard fisik untuk mengisi ceruk pasar yang ternyata masih hidup.


Fenomena ini muncul hampir dua dekade setelah Apple memperkenalkan iPhone pada 2007, yang mengubah industri smartphone dengan layar sentuh penuh dan perlahan menyingkirkan keyboard fisik dari pasar utama.

Ternyata, para penggemar ponsel berbentuk persegi dengan keyboard khasnya tetap setia pada merek tersebut. Sebuah komunitas yang memiliki 25.000 anggota saling berbagi tips dan kenangan akan perangkat tersebut.

Menurut seorang profesor komunikasi di Nanyang Technological University di Singapura, Jung Younbo, kembalinya minat ini mencerminkan pola yang lebih luas, seiring penggunaan yang semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, ponsel semakin menyerupai tren mode yang bersifat siklus

"Kita cenderung menggunakan ponsel cerdas sebagai sarana untuk mengekspresikan diri," ujarnya mengutip CNBC Internasional, Minggu (7/6/2026).

Mengurangi screentime

Ternyata, penggunaan ponsel keyboard fisik dapat mengurangi screentime alias waktu yang dihabiskan untuk menatap layar. Hal itu diucapkan oleh seorang kreator konten berusia 23 tahun Chonnie Alfonso.

Konten kreator yang biasanya menampilkan gadget retro di saluran YouTube-nya itu mengatakan bahwa beralih ke perangkat keyboard sukses membuat dia mengurangi screentime.

Menurutnya, doomscrolling kurang cocok untuk ponsel pintar berbentuk persegi bergaya BlackBerry. Alfonso mengatakan beralih ke perangkat dengan keyboard telah membantunya menghabiskan lebih sedikit waktu di media sosial dan mengendalikan jadwalnya dengan lebih baik.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Komdigi Mau Adopsi AI Hingga Pelosok, Infrastruktur Siap?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Grand Final SUCI 12 Spektakuler, Ini Dia Juara 1 SUCI 12 KompasTV!
• 13 jam lalugrid.id
thumb
4 Drakor Sageuk Time Travel dari Era Joseon ke Masa Modern yang Wajib Ditonton
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kontroversial! Trump Sebut Konflik dengan Iran Bukan Perang Besar: Hanya Latihan Militer
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolri Terima Keluhan Buruh, Perintahkan Kasus PT Amos Selesai Sebulan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolri Ingin Jadi Aktivis Setelah Pensiun, Candaan Sigit Disambut Meriah Buruh
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.