Kuta, Bali (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengenalkan proyek investasi di Pulau Dewata salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan Sanur kepada enam duta besar (dubes) negara sahabat melalui ajang Bali Jagadhita 2026.
“Kami mengusung pilar perdagangan, pariwisata, investasi, serta memperluas akses pasar UMKM,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela penutupan ajang Bali Jagadhita 2026 di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu malam.
Para dubes untuk Indonesia yang hadir itu di antaranya Dubes Armenia Serob Bejanyan, Dubes Oman Sheikh Mohammed Ahmed Salim Al Shanfari, Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, Dubes Bulgaria Tanya Dimitrova, Dubes Rumania Dan Adrian Balanescu serta Dubes Bahrain Ahmed Abdulla Ahmed Alharmasi Alhajeri.
Perwakilan bank sentral di Bali itu mengajak para duta besar tersebut mengenali fasilitas dan layanan kesehatan yang sudah tersedia dan layanan lain yang akan segera dibuka.
Pihaknya juga mempertemukan pelaksana/pemilik 21 proyek investasi di Bali dan Nusa Tenggara kepada para dubes tersebut dan 35 investor potensial lainnya.
Promosi investasi tersebut menjadi bagian penting dalam ajang terintegrasi tahunan tersebut selain pilar perdagangan yang memperluas potensi bisnis dan usaha khususnya UMKM berorientasi ekspor.
Baca juga: Republik Ceko jadikan wisata olahraga jalur masuk investasi di Bali
Baca juga: Bali tawarkan model pembangunan berkelanjutan kepada mitra global
Selama pelaksanaan Bali Jagadhita pada 5-7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria Kuta, Achris Sarwani mencatat transaksi langsung di 60 stan UMKM mencapai sekitar Rp1,9 miliar dan menampilkan produk UMKM dari Bali dan Nusa Tenggara dengan potensi nilai diperkirakan mencapai Rp23 miliar.
Sedangkan pilar pariwisata, pihaknya juga berpartisipasi mendukung ajang promosi pariwisata tahunan Bali Beyond and Travel Fair (BBTF) yang berlangsung akhir Mei 2026 dengan mencatat nilai transaksi diperkirakan Rp6,9 triliun.
Ajang itu, lanjut dia, mempertemukan 407 pelaku usaha selaku pembeli dari 44 negara dan pelaku pariwisata dari 12 provinsi di Tanah Air dengan melibatkan 208 penjual.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi konsistensi BI Bali yang menginisiasi ajang tersebut dan bersinergi dengan para pihak untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata dan investasi di Bali.
“Kami terbuka dengan investasi. Ketentuannya semua investasi memperhatikan penghormatan budaya Bali dan menopang keberlanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Jimbaran Hijau dorong investasi berkelanjutan berbasis budaya
Baca juga: Gubernur Bali: Investasi asing tak boleh ambil jatah usaha rakyat
Baca juga: Kementerian Investasi dukung pengembangan investasi perikanan di Bali
“Kami mengusung pilar perdagangan, pariwisata, investasi, serta memperluas akses pasar UMKM,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di sela penutupan ajang Bali Jagadhita 2026 di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Minggu malam.
Para dubes untuk Indonesia yang hadir itu di antaranya Dubes Armenia Serob Bejanyan, Dubes Oman Sheikh Mohammed Ahmed Salim Al Shanfari, Dubes Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri, Dubes Bulgaria Tanya Dimitrova, Dubes Rumania Dan Adrian Balanescu serta Dubes Bahrain Ahmed Abdulla Ahmed Alharmasi Alhajeri.
Perwakilan bank sentral di Bali itu mengajak para duta besar tersebut mengenali fasilitas dan layanan kesehatan yang sudah tersedia dan layanan lain yang akan segera dibuka.
Pihaknya juga mempertemukan pelaksana/pemilik 21 proyek investasi di Bali dan Nusa Tenggara kepada para dubes tersebut dan 35 investor potensial lainnya.
Promosi investasi tersebut menjadi bagian penting dalam ajang terintegrasi tahunan tersebut selain pilar perdagangan yang memperluas potensi bisnis dan usaha khususnya UMKM berorientasi ekspor.
Baca juga: Republik Ceko jadikan wisata olahraga jalur masuk investasi di Bali
Baca juga: Bali tawarkan model pembangunan berkelanjutan kepada mitra global
Selama pelaksanaan Bali Jagadhita pada 5-7 Juni 2026 di Mal Bali Galeria Kuta, Achris Sarwani mencatat transaksi langsung di 60 stan UMKM mencapai sekitar Rp1,9 miliar dan menampilkan produk UMKM dari Bali dan Nusa Tenggara dengan potensi nilai diperkirakan mencapai Rp23 miliar.
Sedangkan pilar pariwisata, pihaknya juga berpartisipasi mendukung ajang promosi pariwisata tahunan Bali Beyond and Travel Fair (BBTF) yang berlangsung akhir Mei 2026 dengan mencatat nilai transaksi diperkirakan Rp6,9 triliun.
Ajang itu, lanjut dia, mempertemukan 407 pelaku usaha selaku pembeli dari 44 negara dan pelaku pariwisata dari 12 provinsi di Tanah Air dengan melibatkan 208 penjual.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengapresiasi konsistensi BI Bali yang menginisiasi ajang tersebut dan bersinergi dengan para pihak untuk mempromosikan potensi perdagangan, pariwisata dan investasi di Bali.
“Kami terbuka dengan investasi. Ketentuannya semua investasi memperhatikan penghormatan budaya Bali dan menopang keberlanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Jimbaran Hijau dorong investasi berkelanjutan berbasis budaya
Baca juga: Gubernur Bali: Investasi asing tak boleh ambil jatah usaha rakyat
Baca juga: Kementerian Investasi dukung pengembangan investasi perikanan di Bali





