Jakarta: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi tantangan di sektor industri dan ketenagakerjaan. Salah satunya berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk mengontrol barang impor yang masuk ke Indonesia.
"Kalau jumlah barang impor masuk, tentunya impor lebih murah ketimbang barang produksi yang ada di dalam negara kita itu sendiri, nah ini perlu," ujar Afriansyah, dilansir dari Antara, Minggu, 7 Juni 2026.
Baca Juga :
Satgas Mitigasi PHK Petakan Industri Rawan Pengurangan Tenaga KerjaSelain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Dia mengusulkan adanya regulasi terkait impor.
“Juga di Kementerian Perindustrian yang harus juga mungkin kita berikan masukan agar undang-undang ini juga diperhatikan dengan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Afriansyah mewanti-wanti soal gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) juga akan berdampak kepada perusahaan ekspor yang bahan bakunya menggunakan impor. Terlebih di tengah situasi global yang membuat harga bahan baku naik.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor. Foto: Antara.
Oleh karena itu kolaborasi antara serikat pekerja, pemerintah dan dunia usaha harus seiring sejalan. Dia berharap, serikat pekerja dan serikat buruh dapat memberikan informasi terkini terkait situasi tersebut kepada Kementerian Ketenagakerjaan.
“PHK ini akan terdampak kepada perusahaan yang ekspor, dan kebetulan mereka menggunakan bahan baku impor yang tentunya banyak terdampak kepada kenaikan harga. Harapannya, supaya teman-teman di serikat pekerja dan serikat buruh memberikan 'update' juga kepada kami,” kata Afriansyah.




