Menua di Jakarta: Sudahkah Ramah Lansia?

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta identik dengan produktivitas, mobilitas tinggi, dan hiruk-pikuk ekonomi.

Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk lanjut usia, muncul pertanyaan apakah Jakarta layak menjadi tempat tinggal para warganya yang mulai menua?

Hal tersebut coba dibahas dalam diskusi bertajuk Menua di Antara Sudut Kota di acara Jakarta Future Festival, Minggu (7/6/2026).

Dokter spesialis geriatri, Esthika Dewiasty, mengatakan, salah satu tantangan terbesar adalah kondisi kesehatan lansia yang belum ideal.

Baca juga: Mari Elka Pangestu: Pasar Jadi Kunci Jakarta Menjadi Kota Global yang Autentik

Ia mengungkapkan bahwa terdapat penelitian multisenter yang dilakukan di Indonesia, hasilnya hanya sekitar 13 persen lansia yang tergolong fit atau bugar.

"Nah yang sebagian besar itu pre-frail, pra-renta. Fit enggak, renta enggak. Nah ini yang harus kita intervensi," ujarnya dalam kesempatan tersebut, Minggu.

Esthika menjelaskan, persiapan menuju usia lanjut seharusnya dimulai jauh sebelum seseorang memasuki usia lansia. Di Indonesia, kelompok pra-lansia dimulai pada usia 45 tahun.

"Investasi kesehatan itu sama pentingnya dengan investasi keuangan. Waktu terbaik adalah pada saat muda, waktu terbaik kedua ya sekarang," kata dia.

Baca juga: Pramono Targetkan Konektivitas Transportasi Jakarta Naik Lewat Proyek Donat Dukuh Atas

Ia juga menyoroti adanya kesenjangan antara harapan hidup dan harapan hidup sehat.

Menurut Esthika, harapan hidup perempuan mencapai sekitar 74 tahun dan laki-laki 70 tahun. Namun, harapan hidup dalam kondisi sehat hanya sekitar 63 tahun.

"Artinya ada gap. Hidup umurnya panjang, tapi sehatnya cuma sampai usia 63. Artinya sisanya itu dihabiskan dalam kondisi sakit," ujarnya.

Selain kesehatan fisik, Esthika menilai keterhubungan sosial menjadi faktor penting bagi kualitas hidup lansia.

Baca juga: Mobil Damkar Tertimpa Beton Gedung DLH Jakarta, Pemprov Evaluasi SOP Keselamatan Kerja

Ia mengatakan, perubahan perilaku yang mendadak pada lansia kerap menjadi tanda awal gangguan kesehatan yang tidak selalu muncul dengan gejala khas.

Karena itu, lingkungan sosial yang saling mengenal dan memperhatikan dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan lansia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di sisi lain, Program Director Rujak Center for Urban Studies (RCUS), Dian Tri Irawaty mengungkapkan, tantangan lansia di Jakarta tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga desain hunian dan tata kota.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Infografis: Jajanan Favorit Orang Indonesia
• 5 jam laludetik.com
thumb
Dampak Buruk Tidur di Atas Jam 12 Malam
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kontras Dunia: Amerika Rawan Pangan, Indonesia Surplus Beras dan Harga Stabil
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hardiyanto Kenneth: Program padat karya harus punya nilai tambah bagi pekerja
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pertamina Tanam Pohon dan Perkuat Inovasi Pengelolaan Sampah
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.