Ginjal berperan penting dalam menyaring limbah, membuang kelebihan cairan, serta menjaga keseimbangan berbagai zat dalam tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan organ ini menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk penyakit ginjal kronis.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah memilih minuman yang tepat saat memulai hari. Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, beberapa jenis minuman juga diketahui dapat mendukung kesehatan ginjal melalui manfaatnya terhadap tekanan darah, kadar gula darah, hingga kesehatan jantung.
Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis (CKD), batu ginjal, atau pasien yang menjalani cuci darah, pemilihan minuman sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter spesialis ginjal atau ahli gizi.
Dilansir dari laman Health, berikut tujuh minuman yang dapat membantu menjaga kesehatan ginjal:
1. Air Putih
Air putih menjadi pilihan terbaik untuk menjaga fungsi ginjal tetap optimal. Asupan cairan yang cukup membantu ginjal menyaring limbah dan membuangnya melalui urine.
Selain menjaga hidrasi, air putih tidak mengandung gula tambahan yang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular, dua faktor yang berkaitan erat dengan penyakit ginjal kronis.
2. Kopi
Kopi dapat menjadi bagian dari rutinitas pagi yang mendukung kesehatan ginjal, selama dikonsumsi tanpa tambahan sirup atau gula berlebihan.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kopi dan kafein berkaitan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis. Namun, konsumsi kafein tetap perlu dibatasi karena dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah yang berpotensi merusak pembuluh darah ginjal.
Satu cangkir kopi seduh berukuran 240 mililiter mengandung sekitar 95 miligram kafein. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) merekomendasikan batas konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari bagi orang dewasa sehat.
3. Teh Hijau
Teh hijau tanpa gula dikenal baik untuk kesehatan jantung dan sekaligus memberikan manfaat bagi ginjal.
Minuman ini mengandung polifenol, terutama katekin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Senyawa tersebut membantu menjaga kesehatan pembuluh darah sehingga mendukung fungsi jantung dan ginjal.
Kandungan kafein teh hijau juga relatif rendah, sekitar 29 miligram per cangkir, sehingga cocok bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
4. Teh Hitam
Selain membantu memenuhi kebutuhan cairan harian, teh hitam mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan.
Sebuah penelitian pada 2023 menemukan bahwa konsumsi teh berkaitan dengan penurunan risiko cedera ginjal akut. Manfaat terbesar terlihat pada individu yang mengonsumsi sekitar 3,5 cangkir teh per hari.
Penelitian lain juga menunjukkan konsumsi teh hitam berhubungan dengan tekanan darah yang lebih terkontrol, faktor penting dalam menjaga kesehatan ginjal.
5. Smoothie Tanpa Gula
Smoothie berbahan alami dapat menjadi pilihan sarapan yang mendukung kesehatan ginjal karena kaya serat.
Pola makan tinggi serat diketahui berkaitan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis. Bahan seperti buah beri, alpukat, chia seed, kurma, dan biji rami juga membantu menjaga tekanan darah serta kadar kolesterol tetap sehat.
Untuk memperoleh manfaat maksimal, smoothie sebaiknya dibuat sendiri menggunakan bahan segar dan minim tambahan gula.
6. Susu Kedelai Tanpa Gula
Susu kedelai tanpa gula merupakan sumber protein nabati yang dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Penelitian menunjukkan konsumsi protein nabati dalam jumlah cukup berpotensi menurunkan risiko penyakit ginjal kronis hingga 23 persen. Selain itu, susu kedelai mengandung isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan jantung.
Meski demikian, penderita penyakit ginjal perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi susu kedelai secara rutin karena minuman ini mengandung kalium dan fosfor yang mungkin perlu dibatasi.
7. Kefir
Kefir merupakan minuman fermentasi yang memiliki tekstur mirip yogurt dan mengandung protein, kalsium, serta probiotik.
Berbagai penelitian menunjukkan makanan dan minuman fermentasi dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Para ilmuwan menilai kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan kesehatan ginjal melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-kidney axis.
Konsumsi yogurt, probiotik, dan produk fermentasi lainnya juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis. (saf/ham)




