Harga Tanah Melambung, Bisakah Anak Muda Beli Rumah di Jakarta?

kompas.com
17 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Memiliki rumah di Jakarta kini seolah menjadi impian yang semakin sulit dijangkau banyak generasi muda.

Di tengah harga tanah yang terus melambung, keterbatasan lahan, dan backlog kepemilikan rumah yang mencapai 1,19 juta unit, pertanyaan mengenai apakah anak muda masih punya peluang memiliki hunian di ibu kota kembali diperbincangkan.

Persoalan tersebut menjadi sorotan dalam diskusi mengenai masa depan hunian perkotaan yang digelar menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-499 Jakarta di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (7/6/2026).

Baca juga: Jejak Landhuis Tjililitan, Bangunan Bersejarah di Jaktim yang Kini Jadi Hunian Warga

Manager Urban Planning Accelerator C40 sekaligus perwakilan World Resources Institute (WRI) Indonesia, Bella Shintya Ariyani, menilai Jakarta akan terus tumbuh sebagai kota metropolitan yang menjadi magnet bagi pendatang dari berbagai daerah.

Menurut dia, daya tarik Jakarta sebagai pusat ekonomi membuat banyak orang datang dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Namun, pertumbuhan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa kebutuhan hunian yang semakin mendesak.

"Rasanya rezeki di Jakarta akan jauh lebih baik daripada di kampung atau di kota lainnya. Tetapi ketika orang datang ke Jakarta, ternyata kita juga menghadapi persoalan hunian," ujar Bella kepada awak media di lokasi.

Baca juga: Mau Punya Rumah di Jakarta Barat? Tengok Rusun Murah Rp 199 juta

Bella menilai persoalan utama Jakarta bukan semata-mata kekurangan rumah, melainkan bagaimana ruang kota yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.

Ia menjelaskan, sekitar 70 persen kawasan permukiman di Jakarta masih berupa hunian tapak berintensitas rendah. Di sisi lain, sejumlah kawasan mengalami kepadatan tinggi yang tidak diimbangi peningkatan kualitas lingkungan.

Kondisi tersebut membuat kota terus melebar, kemacetan bertambah, dan waktu tempuh masyarakat semakin panjang.

Menurut Bella, hasil studi menunjukkan Jakarta sebenarnya masih memiliki ruang untuk menampung lebih banyak penduduk apabila penataan kota dilakukan secara optimal.

Baca juga: Pramono Anung Resmikan IPA Buaran III, Siap Aliri 350.000 Rumah di Jakarta

Bahkan, jika menerapkan pola kepadatan seperti yang diterapkan di Singapura maupun Shanghai, kebutuhan lahan Jakarta dinilai dapat jauh lebih efisien dibandingkan kondisi saat ini.

"Masalah Jakarta itu ternyata bukan kekurangan rumah atau hunian, tapi bagaimana ruang kota yang ada bisa kita tata dengan lebih baik," kata Bella.

Sebagai solusi, Bella menyoroti konsep missing middle housing, yakni hunian vertikal berlantai rendah yang berada di antara rumah tapak dan apartemen bertingkat tinggi.

Menurut dia, selama ini masyarakat hanya dihadapkan pada dua pilihan, yakni rumah tapak yang semakin sulit dijangkau atau apartemen tinggi yang harganya relatif mahal.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Asa Pramono yang Ingin Bangun 23.000 Rumah di Jakarta


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekolah Rakyat Jatim 1 di Surabaya Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu Modern dan Inklusif
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Momen Ledakan di Galian Fatmawati: Terdengar Kencang-Pekerja Terpental
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Bantah Chatib Basri Gantikan Purbaya, Istana: Tak Ada Reshuffle Menkeu
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Marjane Satrapi: Menulis Iran dari Perspektif Seorang Anak Perempuan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Sebelum Kasus MBG Terkuak, PDIP Ternyata Sudah Keluarkan Instruksi Rahasia Ini ke Kader
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.