Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan penyelidikan menyeluruh atas kekurangan surat suara yang mengganggu pemilihan lokal baru-baru ini, dengan mengatakan bahwa jaksa dan polisi akan dilibatkan.
"Sebagai warga negara dan sebagai presiden yang bertanggung jawab atas pemerintah, saya menyampaikan penyesalan yang mendalam," kata Lee dalam sebuah unggahan di X dilansir dari CNA.
Pemilihan lokal pekan lalu dilanda kekurangan surat suara yang mencegah beberapa pemilih yang memenuhi syarat untuk memberikan suara. Kepala Komisi Pemilihan Nasional (NEC), badan independen yang mengawasi pemungutan suara, mengundurkan diri setelah insiden tersebut.
Sejak itu, ribuan orang telah melakukan protes di luar lokasi penghitungan suara di Seoul, menuntut pemilihan ulang.
“Komisi Pemilihan Nasional telah menyebabkan gangguan besar terhadap pelaksanaan hak pilih masyarakat selama pemilihan lokal 3 Juni,” tambahnya.
“Insiden itu sendiri sulit dipahami, tetapi tanggapan dan penjelasan selanjutnya kepada publik juga tidak memadai.”
Baca Juga
- Presiden Korsel Calonkan Perdana Menterinya
- Korsel Sebut Iran Jadi Biang Kerok Kapal HMM Namu Porak-poranda di Selat Hormuz
- Korsel Bangun Kapal Selam Nuklir Pertama, Target Meluncur Pertengahan 2030-an
Selusin lokasi di Seoul, termasuk distrik Songpa di timur, melaporkan kekurangan surat suara selama pemilihan hari Rabu, yang menyebabkan penangguhan sementara pemungutan suara di tempat pemungutan suara yang terkena dampak.
Ribuan demonstran terus berunjuk rasa di dekat fasilitas penghitungan suara di Seoul timur untuk hari ketiga berturut-turut, menuntut pemilihan ulang.





