Fakta Kelam Bulutangkis RI di Indonesia Open

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Lima tahun sudah Indonesia hanya jadi tukang tepuk tangan di kandang. Untuk kelima kalinya juga Indonesia gagal meraih satu pun gelar di ajang prestisius Indonesia Open.

Pada edisi 2026 ini, harapan buka puasa gelar itu sejatinya terbuka lebar. Pasalnya, Indonesia meloloskan dua wakil ke partai final yakni di sektor tunggal putra, Jonatan Christie dan sektor ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Baca Juga :
Sudah Unggul Jauh, Raymond/Joaquin Ungkap Penyebab Kena Comeback Jagoan Malaysia di Final Indonesia Open 2026
Regenerasi Bulutangkis Indonesia Berjalan, BNI Bangga Raymond/Joaquin Bersinar di Indonesia Open 2026

Akan tetapi, pada akhirnya, Indonesia tetap gagal meraih satu pun gelar juara dan harus melanjutkan puasa panjang yang kini memasuki tahun kelima secara beruntun.

Pasalnya, Jonatan Christie harus mengakui keunggulan pebulutangkis Kanada, Viktor Lai, dalam laga final tunggal putra. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Jojo kalah dua gim langsung dengan skor 19-21 dan 8-21.

Pada gim pertama, Jonatan masih mampu memberikan perlawanan sengit. Sayangnya, tekanan yang diberikan Viktor Lai membuat permainan Jojo menurun drastis pada gim kedua hingga akhirnya menyerah dalam waktu 39 menit.

Nasib serupa dialami Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin. Pasangan muda Indonesia itu sempat membuat Istora bergemuruh setelah tampil dominan pada gim pertama dan menang meyakinkan 21-13 atas wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.

Bahkan di gim kedua, Raymond/Joaquin berada di atas angin setelah unggul jauh 14-8. Momentum kemenangan seolah sudah berada di depan mata.

Namun pengalaman berbicara. Pasangan Malaysia perlahan bangkit dan memanfaatkan menurunnya fokus Raymond/Joaquin. Goh/Nur sukses membalikkan keadaan untuk merebut gim kedua dengan skor 21-18.

Masuk ke gim penentuan, pertandingan berubah sepenuhnya. Goh/Nur tampil semakin percaya diri, sementara pasangan Indonesia kesulitan keluar dari tekanan.

Raymond/Joaquin akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah 10-21 pada gim ketiga. Kegagalan Jonatan dan Raymond/Joaquin membuat Indonesia kembali menutup Indonesia Open tanpa gelar juara.

Hasil ini memperpanjang tren negatif bulutangkis Indonesia di turnamen Super 1000 yang digelar di kandang sendiri. Sejak 2022 hingga 2026, tak ada satu pun wakil Merah Putih yang mampu berdiri di podium tertinggi Indonesia Open.

Baca Juga :
Ganda Malaysia Mengamuk, Raymond/Joaquin Gagal Juara Indonesia Open 2026
Ratu Bulutangkis Dunia Guncang Indonesia Open 2026
Kata-kata Mengharukan Jonatan Christie Usai Kalah di Final Indonesia Open 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Berencana Pangkas Separuh Anak Usaha, Tersisa 23 Entitas pada 2028
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Kirim Kosmetik Hingga Aksesori Ukuran Kecil Kini Lebih Hemat
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Kapolri Setuju SDA Dikelola Bangsa Sendiri: Kesejahteraan Buruh Bisa Dijaga
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini Minggu 7 Juni 2026
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
PT PAL Siapkan Empat Kapal Raksasa Tahun Ini
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.