REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI, – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengundang mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah dengan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Hal ini disampaikan oleh Asep Buchori, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bekasi, pada Minggu (tanggal), di Cikarang.
Asep Buchori menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memiliki energi, idealisme, dan kapasitas untuk memajukan daerah. "Generasi muda tidak hanya dituntut kritis dalam berpikir dan berdiskusi tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah," ujarnya di hadapan peserta Konfercab VII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bekasi.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong inovasi di berbagai sektor. "Dalam proses tersebut kami membutuhkan gagasan segar, pemikiran konstruktif, dan partisipasi aktif dari generasi muda, termasuk kader PMII," tambah Asep.
Ade Sukron Hanas, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga nilai-nilai universal, keadilan sosial, dan integritas kebangsaan. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengkritik, tetapi juga memberikan masukan konstruktif yang dapat mendukung kemajuan Kabupaten Bekasi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Konfercab VII PMII Kabupaten Bekasi diikuti oleh kader dan pengurus PMII dari berbagai komisariat dan rayon se-Kabupaten Bekasi. Forum ini menjadi agenda tertinggi organisasi untuk memilih kepengurusan baru serta merumuskan arah gerakan dalam mendukung pembangunan daerah.