PYONGYANG, KOMPAS.TV - Adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menunjukkan ketegasan jelang kedatangan Presiden China Xi Jinping ke negaranya.
Hanya selang sehari sebelum kedatangan Xi Jinping, Ki Yo-jong menegaskan Korea Utara tak akan berhenti meningkatkan senjata nuklirnya.
“Status kami sebagai kekuatan nuklir jelas sangat tak bisa dinegosiasikan,” kata saudari pemimpin Korea Utara itu seperti dilaporkan surat kabar resmi Pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, Minggu (7/6/2026) dikutip dari DW.
Baca Juga: 12 Orang Jadi Korban Penembakan di Festival Ohio AS, Pelaku Dalam Pencarian
“Kebijakan untuk terus memperkuat pencegahan perang nuklir pertahanan diri, seperti yang dinyatakan oleh kepala negara, adalah kesimpulan yang tidak dapat diubah dan final yang harus dilaksanakan tanpa syarat.”
Kim Yo-jong selama ini dianggap sebagai tokoh kunci komunikasi dan kebijakan luar negeri Korea Utara.
Kim Yo-jong juga mengecam klaim Amerika Serikat (AS) bahwa Xi Jinping dan Donald Trump mengonfirmasikan tujuan denuklirisasi Korea Utara saat keduanya bertemu pada Mei.
Ia bahkan menyebut klaim tentang rencana pelucutan senjata nuklir Korea Utara itu palsu.
“Beberapa pejabat di AS gagal terbangun dari mimpi pelarian dan anachronistic mereka,” tuturnya.
Korea Utara pertama kali mengumumkan uji coba nuklir mereka pada 2006. Negara itu kemudian menegaskan status sebagai kekuatan nuklir dunia dalam konstitusinya pada 2023.
Penulis : Haryo Jati Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : DW/Sky News
- kim yo-jong
- kim jong-un
- xi jinping
- senjata nuklir
- negara nuklir





