REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Saat Allah SWT mengabarkan kepada para malaikat tentang rencana penciptaan Adam sebagai khalifah di bumi, para malaikat mengajukan sebuah pertanyaan yang menarik perhatian para ulama tafsir sepanjang zaman.
Mereka menyebut bahwa manusia akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi. Pertanyaannya, dari mana para malaikat mengetahui manusia akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah, padahal manusia belum diciptakan?
Baca Juga
Polisi Indramayu Gulung 30 Tersangka Narkoba, Empat Perempuan
Kloter Pertama Debarkasi Balikpapan Kembali ke Tanah Air, Satu Jamaah Wafat
Kandang Ayam Petelur di Kuningan Terbakar, 6.300 Nyawa Melayang
Allah SAW mengabarkan bahwa Dia berbicara kepada para malaikat hendak menjadikan khalifah di bumi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS Al-Baqarah Ayat 30).
Jabal Rahmah atau Bukit Kasih Sayang, yang mengkisahkan pertemuan Nabi Adam AS dan Siti Hawa setelah 300 tahun terpisah - (dok. Kemenag.go.id)
Allah SWT memberitahukan keinginan-Nya untuk menciptakan Adam dan keturunannya yang saling menggantikan peran satu sama lain, seperti yang Dia sampaikan di tempat berbeda.
Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu beberapa derajat atas sebagian (yang lain) untuk menguji kamu atas apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat hukuman-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al-An‘am Ayat 165)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: . . . dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? . . . (QS An-Naml Ayat 62)