jpnn.com - JAKARTA - Berikut update prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini Senin 8 Juni 2026.
BMKG memprakirakan cuaca mayoritas kota besar Indonesia berawan hingga hujan ringan, sedang, lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Riau Hari Ini, BMKG Catat 67 Hotspot Tersebar di Delapan Daerah
Prakirawan BMKG Henokhvita dalam keterangannya dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, Senin (8/6), mengatakan secara umum daerah konvergensi memanjang dari perairan utara Maluku Utara hingga utara Papua Barat, perairan selatan Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata.
Selain itu, konvergensi juga memanjang dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dari Laut Banda hingga Pulau Seram, dari Teluk Cendrawasih hingga pesisir utara Papua Barat.
BACA JUGA: BMKG: Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Riau, Waspadalah
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.
Oleh karena itu, BMKG memprakirakan beberapa kota besar akan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Tanjungpinang dan Palembang.
BACA JUGA: Prakiraan Cuaca BMKG, Berawan-Hujan Ringan di Mayoritas Kota Besar Hari Ini
Sementara itu, beberapa kota besar lainnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu Banda Aceh, Medan, Palangka Raya, Pontianak, Tanjung Selor, Samarinda, Mamuju, Kendari, Palu, Manado, Ambon, Sorong, Nabire dan Merauke.
Adapun kota besar yang diprakirakan hanya akan mengalami kondisi berawan hari ini, yakni Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Gorontalo, Ternate, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya.
Sebelumnya pada Sabtu (6/6), BMKG meluruskan narasi yang berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena bediding atau penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian cuaca ekstrem.
"Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani di Jakarta, Sabtu.
Dia menjelaskan rasa dingin yang menguat pada malam hingga pagi hari itu terjadi karena radiasi balik dari bumi dapat langsung dilepaskan ke atmosfer akibat tidak adanya awan.
Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta meningkatnya pengaruh aliran massa udara kering dari Australia.
Ahli bidang meteorologi BMKG ini menambahkan bahwa karakteristik suhu dingin musiman ini biasanya mulai terasa pada Juni dan dapat meningkat pada Juli hingga Agustus, khususnya ketika cuaca malam hari cerah dan angin timuran atau Monsun Australia semakin menguat. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




