Jamu yang Kian Menembus Sekat ”Kalcer”

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat banyak ragamnya, mulai dari adat istiadat, nilai-nilai luhur kehidupan sehari-hari, kesenian, makanan, hingga obat-obatan. Kekayaan ini tersebar dan memiliki otentitas masing-masing dari Sabang hingga Merauke.

Jamu merupakan salah satu dari jutaan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Jamu menjadi salah satu cara dan budaya untuk memenuhi kesehatan warga. Namun, kini jamu kian bertanding keras dengan produk-produk kesehatan kimiawi dalam skala industri besar. Meskipun sejumlah kalangan masih menggunakan jamu sebagai salah satu gaya hidup sehat, banyak generasi muda kurang mengenal dekat dan terbiasa dengan jamu.

Upaya untuk mendekatkan jamu kepada generasi muda adalah dengan menggelar festival. Salah satunya adalah ”Acaraki Jamu Festival” yang diselenggarakan di Hutan Kota Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara itu digelar pada akhir pekan kemarin.

Dalam festival ini digelar berbagai macam acara, mulai dari atraksi menarik, perlombaan, panggung hiburan musik, hingga kampanye mengenal jamu berdasarkan bahan yang digunakannya. Tak lupa dilakukan juga diskusi sebagai ruang edukasi tentang jamu.

Festival itu memperoleh sambutan meriah. Hampir rata-rata pengunjung acara ini adalah kaum muda dari gen Z. Mereka antusias mencicip jamu beras kencur dan kunyit asam yang dibagikan gratis kepada pengunjung. Minuman kesehatan itu dibagikan kepada pengunjung oleh pedagang keliling jamu gendong yang turut dilibatkan. Mereka melayani para remaja yang hendak mencicip jamu.

Kaum muda yang hadir di lokasi itu berkumpul dan bersukacita bersama. Mereka menyeruput jamu di antara pepohonan hutan kota dengan latar gedung-gedung menjulang di kawasan Sudirman, Jakarta.

Sisi modern dari usaha jamu ini juga ditampilkan dalam festival. Beberapa inovasi penyajian jamu yang disesuaikan dengan perkembangan zaman ikut dihadirkan untuk menarik minat generasi muda. Inovasi yang ditampilkan antara lain penyajian jamu ala minuman di kafe, selai jamu, hingga jamu yang disajikan ala minuman bersoda dengan bahan alami.

Inovasi semacam ini berperan penting sebab hingga kini masih ada stigma bahwa jamu itu pahit, tidak enak, hingga dianggap kuno. Namun, dengan inovasi itu diharapkan dapat mengubah pandangan tersebut. Tentu tujuan utamanya adalah menghadirkan jamu secara kalcer, sesuai tren gaya hidup kalangan gen Z saat ini.

Sebagai kekayaan khazanah pengobatan tradisional Indonesia, jamu digunakan mulai sebagai pencegahan penyakit, pengobatan, hingga pemenuhan kebutuhan rekreasional bagi masyarakat tradisional masa lalu. Tidak hanya dalam rupa sajian konsumsi, jamu juga dapat berbentuk obat luar yang lazim digunakan.

Eksistensi jamu berkembang pula menjadi sejumlah industri agar kian instan dalam penggunaannya. Namun, jamu tradisional yang bahannya semakin susah dicari, diolah, dan disajikan dengan takaran tersendiri pamornya juga tak kalah dengan jamu buatan industri.

Salah satu penyebab masih tingginya pamor jamu tradisional adalah masih banyak kalangan yang berpegang teguh pada selera dan tata cara tradisional ini. Keyakinan akan zat organik dan alami yang tersajikan dalam jamu juga tak lepas dari kian terbukanya wawasan edukasi akan keutamaan zat-zat organik dan bahan alami.

Menggendong jamu. (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

Tuangkan Jamu Ke Dalam Gelas (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

Mereguk Racikan Kebaikan Alam (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)

Jamu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh UNESCO pada 6 Desember 2023. Kekayaan budaya berupa jamu juga tak lepas dari kekayaan alam berupa keanekaragaman jenis tanaman obat yang tumbuh di Indonesia.

Kekayaan ragam jamu tentu akan tetap lestari selama dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Tentu saja, jamu tak lepas dari kondisi alam lingkungan yang terjaga dan lestarinya tanam-tanaman sumber utama bahan baku utama jamu. Bayangkan jika sumber kebaikan alam anugerah Tuhan ini hilang, rusak, dan mati. Maka, tak ayal nilai kebaikan dalam kandungan hasil tanaman yang dijaga pun akan musnah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Kasus Penipuan WO Ayu Puspita hingga Divonis 1,5 Tahun Penjara
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Imigrasi Temukan Indikasi Paspor Diduga Milik Jemaah Haji Berserakan di Serpong Tangsel
• 7 jam lalukompas.com
thumb
2 Pengedar Narkoba di Jakbar Diringkus, Sabu hingga Ekstasi Disita
• 8 jam laludetik.com
thumb
Terseret Kasus Penipuan Hanania Group, Keanu Agl Jalani Pemeriksaan
• 11 menit lalucumicumi.com
thumb
Gavi Lakukan Tekel Brutal Terhadap Rodri di Latihan Spanyol yang Memicu Reaksi Marah
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.