Gempa M 7,7 di Mindanao Filipina Picu Peringatan Tsunami Akibat Subduksi Lempeng

viva.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Manado, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin pagi pukul 06.37 WIB diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, dalam rilis yang dibagikan dalam grup percakapan 'BMKG dan Stakeholders' pada pukul 08.18 WITA di Manado, Senin.

Baca Juga :
Gempa Bumi M 7,7 Guncang Laut Sulawesi Berpotensi Tsunami, BNPB Ingatkan Warga Pesisir Hal Ini
Antisipasi El Nino Godzilla dan Krisis Sampah, KDM Pimpin Rakor Bersama TNI dan BMKG di Mabes AD

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi ini dirasakan di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan skala intensitas IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi).

Kemudian di Kabupaten Gorontalo Utara dengan skala intensitas III-IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi).

Selanjutnya, di Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, Halmahera Tengah dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status siaga di Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, Kota Bitung.

Sementara status waspada di Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau.

Terkait potensi tersebut, BMKG mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat di daerah berstatus siaga untuk segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi, sementara warga di wilayah berstatus waspada diimbau menjauhi pantai serta tepian sungai.

Hingga pukul 07.11 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 6,7 dan M 5,9.

Baca Juga :
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini 6 Juni 2026: Langit Berawan Seharian, Hanya Kepulauan Seribu Diguyur Hujan
Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Banggai Pagi Ini, BMKG Ungkap Sumber Gempa dan Wilayah yang Merasakan Getarannya
BMKG Hari Ini: Cuaca Jakarta Cerah Berawan Seharian, Malam Diprediksi Cerah di Seluruh Wilayah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Situs Ndalem Pojok Kediri, Jejak Masa Kecil Bung Karno dan Pergantian Nama Soekarno
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Melihat Kans Shin Tae-yong Melatih Persija Jakarta Saat Anak Emasnya Pratama Arhan dan Witan Sulaeman Gabung Garudayaksa
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Pemkot Makassar Benahi TPA Antang untuk Kurangi Bau dan Dampak Lingkungan
• 3 jam laluterkini.id
thumb
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.