Gempa M 7,7 di Mindanao-Filipina Akibat Subduksi Lempeng

tvonenews.com
8 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Gempa bumi tektonik magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, Senin pagi pukul 06.37 WIB diakibatkan oleh aktivitas subduksi lempeng.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, dalam rilis yang dibagikan dalam grup percakapan 'BMKG dan Stakeholders' pada pukul 08.18 WITA di Manado, Senin.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa bumi ini dirasakan di Kota Morotai, Halmahera Utara dengan skala intensitas IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi).

Kemudian di Kabupaten Gorontalo Utara dengan skala intensitas III-IV MMI (pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi).

Selanjutnya, di Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, Halmahera Tengah dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan status siaga di Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, Kota Bitung.

Sementara status waspada di Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau.

Terkait potensi tersebut, BMKG mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat di daerah berstatus siaga untuk segera menjauhi pantai menuju tempat yang lebih tinggi, sementara warga di wilayah berstatus waspada diimbau menjauhi pantai serta tepian sungai.

Hingga pukul 07.11 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya dua kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 6,7 dan M 5,9.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sulawesi Dikepung Banjir, Diguncang Gempa
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Terbongkar! Rumah di Semarang Jadi Markas Love Scamming Internasional, 4 WNA Tiongkok Diciduk
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Melawan Mozambik, Bung Ropan Berharap John Herdman Kembali Beri Kesempatan kepada Matthew Baker: Lompatan Luar Biasa!
• 11 jam lalubola.com
thumb
BRIN Deteksi Sinyal Awal Upwelling Musim Timur di Perairan Selatan Indonesia
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Melampaui Batas Integritas Performatif
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.