Pantau - Petenis Jerman Alexander Zverev akhirnya meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya setelah mengalahkan Flavio Cobolli pada final Roland Garros 2026 di Paris, Prancis, Minggu (7/6), dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7(5), 6-1.
Penantian Panjang Berakhir di ParisKemenangan ini menjadi pencapaian terbesar dalam karier Zverev yang sebelumnya telah mengoleksi dua gelar ATP Finals, tujuh trofi ATP Masters 1000, dan medali emas Olimpiade, namun belum pernah memenangkan turnamen Grand Slam.
"Pertama-tama, saya tidak percaya bahwa saya menang. Lalu saya melihat tribun penonton, dan mereka semua merayakan kemenangan," ungkap Zverev usai pertandingan.
"Saat itulah saya menyadari bahwa saya telah menang. Terutama melihat ayah saya mengangkat kedua tangannya, saat itulah saya menyadari, 'Oke, saya menang'," lanjutnya.
Petenis berusia 29 tahun itu sempat beberapa kali gagal meraih gelar Grand Slam, termasuk saat kalah dramatis dari Dominic Thiem pada final US Open 2020 setelah unggul dua set lebih dahulu.
Bangkit dari Kegagalan dan CederaZverev mengaku Roland Garros memiliki makna khusus dalam perjalanan kariernya karena menyimpan kenangan manis sekaligus pahit.
"Kemudian ketika saya tergeletak di lapangan, semua emosi keluar karena lapangan ini sangat, sangat istimewa bagi saya, baik secara positif maupun negatif. Saya pernah mengalami beberapa momen terberat dalam karier tenis saya di sini," ujarnya.
"Saya pernah terbaring di lapangan ini dengan cedera yang saya tidak tahu apakah saya akan pulih. Saya kalah di final Grand Slam di sini. Semua kenangan itu bagi saya, tidak terhapus. Kenangan itu masih ada, tetapi kemenangan ini akan mengalahkan semua kemenangan lainnya," tambahnya.
Pada laga final yang berlangsung selama empat jam 16 menit di Lapangan Philippe-Chatrier, Zverev tampil dominan pada set pertama dan ketiga sebelum harus kehilangan set keempat melalui tie-break.
Meski sempat kehilangan momentum, Zverev bangkit pada set penentuan dan mendominasi Cobolli untuk memastikan kemenangan sekaligus mengangkat trofi Grand Slam pertamanya.
Persembahan untuk Keluarga dan TimZverev menegaskan keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga dan tim yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun.
"Sekarang, apa pun yang terjadi, saya akan selalu menjadi juara Grand Slam, dan tidak ada yang bisa mengambilnya dari saya," kata Zverev.
"Dalam skenario saya, ini benar-benar upaya keluarga dan upaya tim. Karena saya sudah memiliki tim yang sama selama setidaknya 12 tahun, dengan pelatih fisik yang sama, bahkan pelatih yang lebih lama lagi," lanjutnya.
Ia juga menyebut ayahnya, Alexander Zverev Sr., serta sang kakak Mischa Zverev memiliki peran besar dalam perjalanan menuju gelar bergengsi tersebut.
Gelar Roland Garros 2026 sekaligus menandai berakhirnya penantian panjang Zverev untuk bergabung dalam daftar juara Grand Slam dunia.




