Sunsun Nugraha tak menyangka rencana pesta pernikahannya pada 21 Juni nanti harus tertunda karena Wedding Organizer (WO) yang telah dipesannya menghilang tanpa kabar. Kini, Sunsun harus mondar-mandir ke kantor polisi untuk melaporkan kasus tersebut.
Pria berusia 35 tahun itu bukan satu-satunya korban dugaan penipuan WO. Bersama 139 korban lainnya, ia telah melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat. Total kerugian para korban mencapai Rp 2,4 miliar.
"Kalau saya pribadi kemarin kurang lebih di Rp 70 jutaan," kata Sunsun saat ditemui di Thee Matic Mall, Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin (8/6).
Akad nikah Sunsun dengan istrinya memang telah terlaksana pada 1 Juni lalu. Ia sengaja memesan WO untuk merayakan pesta pernikahan bersama keluarga besarnya.
Sunsun tertarik menggunakan jasa WO tersebut karena paket yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan WO lainnya.
Bahkan, WO itu menjanjikan vendor-vendor ternama dengan harga miring.
"Alasan saya dan teman-teman memilih jasa WO tersebut salah satunya karena harga paket yang cukup murah. Kita diiming-imingi paket murah dengan vendor yang cukup bagus," katanya.
Sudah Bayar Full
Rencana resepsi tersebut kini berada di ujung tanduk. Ia juga telah menghubungi vendor terkait, namun ternyata vendor tersebut tidak pernah menerima pembayaran dari pihak WO.
"Kalau untuk pembayaran, selain saya, rata-rata korban lainnya sudah membayar penuh 100 persen karena ada iming-iming diskon dan bonus ketika melakukan pelunasan," ujarnya.
Kini, Sunsun berharap pemilik WO tersebut diproses secara hukum.
"Agenda hari ini pukul satu siang kami akan kembali membuat laporan. Para korban dan vendor juga akan ikut melaporkan hal ini untuk melengkapi data yang sudah masuk ke Polda," katanya.




