TABLOIDBINTANG.COM - Nur Rohmah, mantan asisten rumah tangga (ART) Erin, mengungkap pengalaman yang disebutnya menimbulkan tekanan mental selama bekerja di kediaman majikannya. Ia mengaku kerap mendengar ucapan bernada kasar ketika suasana rumah sedang memanas.
Kuasa hukum Nur, Basuki, menjelaskan kliennya sering menerima maupun mendengar perkataan yang dinilai tidak pantas dari sang majikan.
"Kalau pas masih di rumah itu bukan teror atau apa, hanya memang ada bahasa-bahasa yang tidak etis. Kalau lagi marah itu ada satu dua kata yang keluar dan tidak pantas untuk disebutkan sebagai seorang majikan," kata Basuki.
Saat diminta menjelaskan lebih lanjut, Nur mengaku kata-kata yang paling sering didengarnya adalah sebutan bernada merendahkan.
"Katanya tolol dan bego," ujar Nur.
Menurut dia, ucapan tersebut kerap muncul saat ada teguran atau kemarahan yang ditujukan kepada penghuni maupun pekerja di rumah tersebut.
"Itu sering banget saat kalau lagi marahin. Ya, kalau lagi marah. Kalau ngasih tahu kalau misalkan yang lain lagi dimarahin, yang lain juga pasti bakal kena, dimarahin juga kayak gitu. Tolol atau bego, dibilangnya," tuturnya.
Meski demikian, Nur menegaskan dirinya tidak pernah mengalami kekerasan fisik selama bekerja.
"Saya nggak pernah kena kekerasan fisik," katanya.
Selain mengeluhkan tekanan verbal, Nur mengaku belum menerima haknya setelah bekerja hampir dua bulan di rumah tersebut.
"Belum. Belum dapat sama sekali," katanya.
Perempuan itu juga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan keluarga lantaran telepon genggamnya disebut sering ditahan. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa segera menghubungi keluarga ketika mendapat kabar orang tuanya sakit.
"Saya sudah sebelumnya bilang mau minta keluar secara baik-baik, cuma karena HP selalu ditahan, ingin menghubungi orang tua dan keluarga jadi saya nggak bisa. Saya dengar orang tua sakit juga, muntah-muntah darah masuk puskesmas, jadi saya nggak bisa tahan. Karena di sana ada tekanan-tekanan," ungkapnya.




