Kesaksian Warga di Talisayan Kaltim Lihat Air Laut Surut saat Gempa 7,7 M

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Warga pesisir Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sempat panik setelah melihat air laut surut secara tiba-tiba sesaat setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Filipina pada Senin (8/6) pagi.

Fenomena surutnya air laut itu terjadi ketika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur.

Salah seorang warga Desa Talisayan, Arman, mengatakan air laut terlihat surut sekitar pukul 10.30 WIT. Menurutnya, ini tidak biasa dan terjadi lebih dari satu kali dalam waktu yang relatif singkat.

"Iya benar, tadi air laut surut secara tiba-tiba. Kami yang berada di sekitar pantai sempat kaget karena surutnya cukup cepat," kata Arman kepada wartawan.

Menurutnya, kondisi tersebut langsung menarik perhatian warga yang berada di kawasan pesisir.

"Awalnya orang-orang hanya melihat ke arah laut. Tapi setelah melihat air semakin surut, warga mulai khawatir karena saat itu sudah ada informasi gempa besar dan peringatan tsunami," ujarnya.

Arman mengatakan fenomena surutnya air laut terjadi sebanyak dua kali.

"Yang saya lihat terjadi dua kali. Air laut surut, kemudian kembali naik, lalu surut lagi. Itu yang membuat warga semakin waspada," katanya.

Warga Menjauhi Pantai

Ia mengaku sebagian warga langsung memilih menjauh dari bibir pantai setelah menerima informasi dari media sosial dan grup percakapan mengenai peringatan dini tsunami.

"Beberapa warga langsung pulang dan ada juga yang mengingatkan warga lain agar tidak berada terlalu dekat dengan pantai. Kami tidak mau mengambil risiko," ujarnya.

Menurut Arman, fenomena surutnya air laut seperti yang terjadi pada Senin pagi bukan kejadian yang biasa dilihat masyarakat setempat.

"Kalau air laut surut karena pasang surut biasa tentu sering. Tetapi kalau surutnya mendadak setelah gempa besar seperti ini, tentu membuat masyarakat waspada dan khawatir," katanya.

Penjelasan BMKG

Berdasarkan data BMKG, gempa bermagnitudo 7,7 terjadi pada pukul 06.37 WIB di Filipina. Pusat gempa berada di koordinat 5,69° Lintang Utara dan 125,05° Bujur Timur atau sekitar 236 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 105 kilometer.

Dalam peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur masuk dalam kategori Waspada Tsunami dengan estimasi waktu tiba gelombang pada pukul 07.44 WIB atau sekitar 08.44 WITA.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Samarinda, Rizal, meminta masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak yang dapat terjadi di wilayah pesisir.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Namun, masyarakat harus mengikuti seluruh arahan yang disampaikan pemerintah daerah dan BMKG," kata Rizal.

Menurut dia, status waspada yang diberikan BMKG bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan potensi ancaman yang ada.

"Status waspada tetap harus menjadi perhatian. Masyarakat yang berada di kawasan pantai maupun tepian sungai diminta menjauhi lokasi tersebut sampai ada informasi resmi berikutnya dari BMKG," ujarnya.

Rizal menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar di masyarakat harus diverifikasi melalui sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.

"Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Ikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, maupun pemerintah daerah," katanya.

Ia menjelaskan BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas laut pascagempa untuk mengetahui potensi dampak yang mungkin terjadi.

"Kami terus memonitor data dari berbagai peralatan pemantauan yang kami miliki. Setiap perkembangan akan segera kami sampaikan kepada masyarakat melalui jalur resmi," ujarnya.

Rizal juga meminta warga pesisir tetap menjauhi pantai selama peringatan dini tsunami masih berlaku.

"Selama peringatan belum dicabut, kami menyarankan masyarakat tidak melakukan aktivitas di kawasan pantai, dermaga, maupun muara sungai. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," tegasnya.

Selain Berau dan Kutai Timur, BMKG juga menetapkan status waspada tsunami untuk sejumlah wilayah lain di Kalimantan Utara, yakni Bulungan dan Nunukan. Sementara itu, sejumlah daerah di Sulawesi Utara berstatus siaga tsunami karena diperkirakan berpotensi menerima dampak yang lebih besar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketidakpastian Strategis: Jepang dalam Dinamika Geopolitik Asia Tenggara
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Abdul Ghoni kembali pimpin DPP FORKABI 2026-2031
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Buntut Konflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Hilang Percaya Diri, Ivan Gunawan Sebut Sahabatnya Masih Tangisi Anak
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Sering Begadang
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
TERPOPULER: Sarwendah Diduga Pakai Buzzer di Balik Video Minta Maaf, Profesi Asli Giorgio Antonio Terungkap!
• 11 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.