jpnn.com - JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami, menyusul gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi, Senin (8/6) pukul 06.37 WIB.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pusat gempa berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara (sektor Mindanao, Filipina), dan berpotensi memicu gelombang tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
BACA JUGA: Malaysia Pilih Laut Sulawesi, Legislator: Harus Dicermati Serius
"BMKG telah mengeluarkan pemutakhiran peringatan dini tsunami untuk wilayah pesisir Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, termasuk Kalimantan Timur," kata dia dalam konferensi pers yang diikuti secara virtual di Jakarta, Senin (8/6).
Dia memerinci sejumlah daerah yang masuk dalam status ancaman Siaga meliputi Manado, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung.
BACA JUGA: PK Terpidana Korupsi Selter Tsunami Aprialely Nirmala Ditolak MA
Sementara itu, wilayah dengan status ancaman Waspada meliputi Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, dan Berau.
Terkait penetapan status tersebut, BMKG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk segera melakukan evakuasi mandiri sesuai dengan tingkat ancaman.
BACA JUGA: Siaga! Gempa Vulkanik Dangkal Gunung Awu Tercatat 41 Kali dalam Sehari
"Rekomendasi bagi daerah dengan status ancaman Siaga agar masyarakat segera menjauhi pantai menuju tempat aman yang lebih tinggi. Untuk status ancaman Waspada, diharapkan menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas di pinggiran pantai maupun tepian sungai," ujarnya.
Hingga pukul 07.11 WIB, hasil pemantauan sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) milik BMKG menunjukkan telah terjadi dua aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kekuatan yang cukup signifikan, masing-masing bermagnitudo 6,7 dan 5,9 magnitudo. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




