tvOnenews.com – Kehidupan seksual yang aktif, sehat, dan berkualitas selama ini kerap digadang-gadang sebagai pilar utama dalam menjaga jalinan asmara pasangan suami istri agar tetap awet dan harmonis.
Kendati demikian, tidak sedikit pasangan yang kerap dilanda rasa cemas serta tidak percaya diri mengenai apakah frekuensi hubungan intim mereka sudah masuk kategori 'cukup' atau justru kurang.
Mengejutkannya, jumlah atau kuantitas hubungan seks yang dibutuhkan oleh sepasang kekasih untuk menjaga ikatan emosional tetap intim ternyata tidak sebanyak yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.
- Gemini Generated AI
Pakar seks kenamaan dari Washington University Dr. Nicole McNichols menegaskan bahwa tingkat kepuasan seksual di atas ranjang biasanya menjadi gerbang pembuka utama bagi lahirnya kepuasan hubungan secara makro di kehidupan sehari-hari.
"Jika Anda melihat pasangan dari waktu ke waktu yang diminta untuk mencatat setiap hari seberapa puas mereka dalam hubungan mereka dan bagaimana kesejahteraan mental mereka, termasuk seberapa bahagia dan puas mereka dengan kehidupan secara keseluruhan, dan seberapa memuaskan kehidupan seks mereka, apa yang Anda lihat adalah bahwa saat terjadi peningkatan kepuasan seksual, kegembiraan, dan kepuasan dalam hubungan akan mengikutinya," beber Dr. McNichols, dikutip dari Unilad.
Lantas, berapakah frekuensi bercinta yang dinilai paling ideal untuk suami istir?Dr. McNichols menjelaskan bahwa setiap pasangan sebenarnya tidak perlu merasa tertekan atau menjadikan hubungan intim sebagai beban yang harus dilakukan setiap saat.
Berdasarkan data ilmiah, terdapat sebuah 'titik ideal' yang dinilai sudah lebih dari cukup untuk mempertahankan grafik kebahagiaan sebuah hubungan.
"Ketika kita melihat manfaat seks bagi kesejahteraan hubungan, manfaatnya tidak meningkat setelah sekitar sekali seminggu," ungkap sang profesor secara gamblang.
- Gemini Generated AI
Ia menambahkan bahwa frekuensi satu kali dalam sepekan tersebut merupakan target yang sangat realistis, tidak memakan durasi yang sangat lama, serta sangat mudah dicapai oleh sebagian besar pasangan di tengah kepungan jadwal kesibukan kerja yang padat.
Selain membedah urusan angka, Dr. McNichols juga memberikan catatan penting bahwa faktor kualitas serta adanya unsur kebaruan di dalam aktivitas seksual memegang peranan yang jauh lebih krusial.




