Menteri Pertanian Amran Sulaiman merespons nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp 18.000 per USD. Menurutnya momen tersebut bisa dimanfaatkan untuk ekspor berbagai komoditas perkebunan.
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (8/6), kurs USD/IDR tercatat berada di level Rp 18.152 per dolar AS atau melemah 116 poin (0,64 persen).
"Khusus perkebunan kami dorong ekspor, termasuk sawit kita dorong. Kenapa? Ini momentum yang baik,” kata Mentan Amran di kantor Kementan, Jakarta, Senin (8/6).
Amran melihat pelemahan rupiah bisa diambil sisi positifnya. Melalui dorongan ekspor, kata Amran, petani dapat diuntungkan dari momen tersebut.
“Sisi positifnya bagi perkebunan adalah seluruh komoditas perkebunan, hortikultura, dan pangan yang diekspor kita dorong lebih cepat...sehingga petani untung," ucapnya.
Sebelumnya pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan pelemahan rupiah berpotensi menyentuh level Rp 19.000 per dolar AS pada akhir bulan ini.
Menurut Ibrahim, salah satu faktor utama yang menekan rupiah berasal dari AS. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan dinilai membuka peluang bank sentral AS mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.





