TABLOIDBINTANG.COM - Dewi Lestari akhirnya buka suara soal alasan dirinya baru kembali merilis album musik setelah jeda panjang. Ia mengaku sempat merasa asing dengan industri musik masa kini.
Menurut Dewi Lestari saat sesi Listening Party (Jangan) Jatuh Cinta di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini, selama bertahun-tahun karier menulis dan bermusiknya berjalan tidak seimbang. Hal itu terlihat jelas dari jumlah karya yang telah ia hasilkan.
“Buku saya sudah 18, albumnya baru mau tiga,” ujar Dee sambil tertawa.
Sebelum meninggal dunia, sang suami Reza Gunawan sempat mendorongnya untuk kembali serius di dunia musik. Reza bahkan menyebut bernyanyi adalah bagian dari jati diri Dee yang selama ini kurang mendapat perhatian.
Meski keinginan membuat album baru sudah lama muncul, Dee mengaku ragu karena merasa tidak lagi mengenal industri musik modern.
“Saya orang lama benar. Masih ngalami rekaman pakai pita,” katanya.
Ia mengenang masa ketika musik masih diputar lewat kaset dan harus di-rewind menggunakan pulpen. Karena itu, perubahan industri digital membuatnya sempat bingung harus memulai dari mana.
Sebelum bertemu tim yang kini membantunya menggarap album, Dee ternyata sudah lebih dulu memiliki proyek pribadi yang ia sebut sebagai “cuci gudang”.
Ia berniat menghidupkan kembali lagu-lagu ciptaannya saat berusia 20-an agar tidak hanya tersimpan sendiri.
Dorongan Tim Dewan Alien
Di tengah proses tersebut, Dee dipertemukan dengan Arie Dagienkz bersama Riko dalam sebuah obrolan santai yang awalnya bahkan tidak membahas musik.
Namun percakapan berubah ketika mereka mengetahui album terakhir Dee adalah Rectoverso yang dirilis belasan tahun silam.
“Mereka bilang, ‘Lo harus bikin album lagi’,” cerita Dee.
Dua bulan setelah pertemuan pertama, tim Dewan Alien yang terdiri dari Arie Dagienkz, Riko Prayitno, Anthono, dan Bayu Fajri resmi datang ke rumah Dee untuk mulai menggarap album baru bersama.
Proses rekaman dimulai pada Oktober 2025 setelah sebelumnya mereka membuat beberapa demo awal bersama pianis Pandji.
Dari proses itulah akhirnya lahir lagu-lagu seperti "Bintang Utara", "(Jangan) Jatuh Cinta", hingga “Apa Kabarku”.
Album "(Jangan) Jatuh Cinta" kini menjadi penanda kembalinya Dee ke dunia musik setelah hampir dua dekade lebih dikenal sebagai novelis papan atas Indonesia.




