Mendagri Sebut Banyak Honorer Datang Jam 8, Pulang Jam 10, Singgung "Bawaan" Timses

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyinggung banyak tenaga honorer yang datang ke kantor pukul 08.00 WIB, lalu pulang pukul 10.00 WIB.

Tito mengatakan, honorer seperti itu seringkali merupakan bawaan dari tim sukses (timses) pemenangan kepala daerah.

"Kalau untuk yang tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas. Ya mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses dimasukkan di sana datang jam 8, pulang jam 10. Jadi beban. Dan setelah itu numpuk lah honorer ini dari kepala daerah ke kepala daerah," ujar Tito dalam rapat bersama Komisi II DPR dan para gubernur di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Baca juga: Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru: Jadi Beban dan Buang Waktu

Tito menjelaskan, honorer yang menumpuk ini kerap melakukan demo untuk meminta kepastian, apakah mereka akan diangkat jadi PNS atau PPPK.

Dia menyebut, pada akhirnya, keinginan honorer yang menumpuk itupun diakomodir pemerintah.

"Diakomodir nanti Ibu Menpan bisa menjelaskan karena demonya banyak tempat Ibu Rini waktu itu. Kemudian diakomodir, diangkat tapi dengan seleksi. Akhirnya menjadi beban dan ditentukan dibayar, dibiayai oleh APBD saat itu," jelasnya.

Baca juga: Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif

Maka dari itu, Tito menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer, karena hanya menjadi beban.

Dia menekankan bahwa honorer baru menjadi beban biaya belanja pegawai, dan akan menjadi beban kepala daerah berikutnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Di belanja, di postur belanja, ya opsinya nomor satu adalah mengurangi pegawai atau menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium. Ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah ya. Harus tegas tidak ada tenaga honorer baru," jelas Tito.

"Karena ini tenaga PPPK dan lain-lain, kalau tenaga yang skill seperti guru dan di bidang kesehatan, ya itu masih bermanfaat, masih oke, ya, di masa lalu," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendagri Tito Minta Daerah Jangan Kurangi Pegawai, Cari PAD Tanpa Bebani Rakyat
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan, Federasi Denmark Pastikan Kondisinya Sadar
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Diperiksa Soal Kasus Umrah Hanania Group, Keanu AGL Bongkar Fakta Uang Endorse dan Aliran Dana
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
KPK Bongkar Tarif Ilegal Rp1,5 Juta Per Kepala untuk Percepat Izin Tinggal WNA
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.