Jakarta, CNBC Indonesia - Pada 1 Mei 2026, terdapat pemandangan tak biasa di China. Sejumlah robot terlihat berada di jalanan Hangzhou, provinsi Zhejiang, sebagai polisi lalu lintas.
Sebanyak 15 robot bekerja saat itu. Mereka bekerja sama dengan polisi manusia untuk mengatur lalu lintas, dikutip dari Global Times, Senin (8/6/2026).
Biro Polisi Lalu Lintaas Hangzhou menjelaskan semua robot dikerahkan di persimpangan utama sejumlah distrik. Wilayah itu mencakup area penting seperti tempat wisata Dana Barat, area komersial tepi danau dan jalanan utama perkotaan.
Para robot ini bekerja untuk mengarahkan kendaraan hingga pejalan kaki, termasuk mengendalikan lalu lintas dan melayani wisatawan untuk navigasi.
Wisatawan yang kebingungan arah dapat menekan tombol bicara untuk mengajukan pertanyaan. Robot akan menganalisis permintaan lalu lintas dan memberikan rute berjalan kaki hingga transportasi yang dibutuhkan, termasuk panduan visual pada layar.
- AS Disebut Temukan 4 Alien dari UFO Jatuh
- Viral Warga RI Rekam Cuci Piring Dibayar, Uangnya dari Sini
- Ahli AI Dunia Tinggalkan Amerika, Ini Tujuan Baru Mereka
Para robot dilengkapi dengan algoritma pengenalan visual berkinerja tinggi untuk pelanggaran lalu lintas. Selain itu juga telah terhubung dengan sistem kontrol sinyal dan sinyal lalu lintas untuk melakukan delapan jenis perintah lalu lintas.
Robot polisi ini bisa bekerja hingga 8-9 jam secara terus menerus. Pihak pejabat setempat menjelaskan penggunaan robot untuk membebaskan tenaga kerja polisi yang melakukan tugas berulang selama berjam-jam seperti meniup peluit atau memberikan arahan.
China telah mengoperasikan robot dalam dunia nyata jauh sebelum Mei lalu. Salah satunya adalah dukungan lalu lintas saat gelaran maraton.
Cara itu dilakukan untuk mendapatkan pengalaman operasional. Sementara saat libur Hari Buruh, robot beralih dari pengerahan berbasis acara ke manajemen lalu lintas saat volume tinggi.
Dengan begitu, penggunaanya bergeser dari percontohan menjadi operasi kelompok.
Peran robot polisi lalu lintas ini tidak terbatas hanya untuk mengatur arus kendaraan saja. Robot-robot tersebut dilengkapi dengan sistem pengenalan visual canggih yang mampu mendeteksi berbagai jenis pelanggaran secara otomatis.
Beberapa pelanggaran yang dapat diidentifikasi antara lain pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, kendaraan yang berhenti melewati batas garis marka, penumpang yang dibonceng lebih dari jumlah yang diizinkan, hingga pejalan kaki yang berjalan melintas di jalur khusus kendaraan bermotor.
Begitu mendeteksi adanya pelanggaran, robot akan langsung memberikan peringatan lisan melalui pengeras suara yang terpasang. Apabila pelanggar tetap tidak mengindahkan teguran hingga tiga kali berturut-turut, sistem akan otomatis merekam kejadian tersebut dan mengirimkan datanya ke pusat kendali kepolisian untuk diproses lebih lanjut.
Menurut keterangan Biro Polisi Lalu Lintas Hangzhou, dalam tiga hari pertama masa uji coba operasionalnya, pasukan robot ini telah berhasil melakukan hampir 12.000 kali intervensi terhadap berbagai pelanggaran. Jika dihitung rata-rata, setiap robot mampu melakukan satu kali tindakan koreksi setiap 1 menit 43 detik.
(dem/dem) Add as a preferred
source on Google




