CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Otoritas Israel menutup seluruh penyeberangan menuju Jalur Gaza dan menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan hingga waktu yang belum ditentukan.
Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul serangan rudal balistik yang diluncurkan Iran ke wilayah Israel.
Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), unit di bawah Kementerian Pertahanan Israel, menyatakan langkah keamanan tersebut diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman keamanan setelah serangan Iran.
Menurut laporan The Times of Israel, seluruh akses menuju Gaza ditutup, termasuk penyeberangan Kerem Shalom dan Rafah. Penutupan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah Israel.
COGAT mengeklaim kebijakan tersebut tidak akan berdampak pada kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Pihaknya menyebut pasokan makanan yang telah masuk sejak dimulainya gencatan senjata dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk berdasarkan standar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Mereka menyatakan bahwa jumlah bantuan yang masuk ke Gaza sejak gencatan senjata berlangsung telah "jauh melampaui" kebutuhan gizi masyarakat setempat.
Namun, berbagai organisasi kemanusiaan Palestina dan internasional sebelumnya telah memperingatkan bahwa kondisi kelaparan dan krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk.
Pejabat Palestina juga menuding Israel belum menjalankan sejumlah komitmen penting dalam perjanjian gencatan senjata. Komitmen tersebut mencakup akses masuk makanan, bantuan kemanusiaan, perlengkapan medis, bahan pembangunan tempat tinggal sementara, serta peralatan untuk rekonstruksi wilayah Gaza.
Berdasarkan data otoritas Palestina, operasi militer Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan hampir 73.000 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 173.000 lainnya mengalami luka-luka. Korban didominasi perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan serangan yang masih berlangsung hampir setiap hari telah menewaskan 961 warga Palestina dan melukai sedikitnya 3.020 orang.
Penutupan seluruh akses ke Gaza diperkirakan akan kembali meningkatkan kekhawatiran komunitas internasional terhadap distribusi bantuan kemanusiaan dan kondisi warga sipil di wilayah tersebut yang masih menghadapi dampak konflik berkepanjangan.
Sumber: Anadolu-Antara




