Jakarta, 4 Juni 2026 – Ekosistem startup di negara berkembang memang tumbuh pesat. Namun di balik gemerlap pendanaan miliaran dolar, para founder perempuan masih sering tersisih. Mereka menghadapi tembok tebal: akses pendanaan yang tidak setara, keraguan investor terhadap kompetensinya, dan tuntutan pencapaian bisnis yang jauh lebih tinggi dibandingkan rekan laki-lakinya.
Kesenjangan inilah yang ingin dijembatani oleh Aurora Ventures, sebuah program investasi tahap awal (early-stage) yang resmi diluncurkan hari ini. Fokusnya jelas: mendukung founder perempuan di pasar berkembang (emerging markets), termasuk kawasan Timur Tengah & Afrika Utara, Afrika, dan Amerika Latin.
Program ini mendapat dukungan penuh dari inDrive, platform mobilitas dan pengiriman global yang telah menjadi unicorn di berbagai negara berkembang. Peluncuran Aurora Ventures dilakukan setelah suksesnya penyelenggaraan Aurora Tech Award 2026 di Santiago, Chile.
Dari Ajang Award ke Pendanaan Nyata
Aurora Ventures tidak lahir dari ruang hampa. Selama lima tahun menyelenggarakan Aurora Tech Award, tim di baliknya mengumpulkan data dan pengalaman yang mengungkap satu fakta pahit: startup yang didirikan perempuan seringkali undervalued dan kurang mendapat perhatian investor tradisional, meskipun pertumbuhan bisnisnya efisien dan menjanjikan.
Riset terbaru Aurora yang melibatkan lebih dari 900 founder dari 127 negara juga menemukan bahwa tantangan terbesar bukan hanya soal modal, melainkan “competence scepticism“—keraguan terhadap kemampuan mereka sendiri yang seringkali diinternalisasi dari lingkungan.
Pendanaan, Mentoring, hingga Jaringan Global
Melalui Aurora Ventures, para founder perempuan yang terpilih akan mendapatkan:
- Investasi sebesar US$180.000 hingga US$250.000 untuk tahap pengembangan awal dan pendanaan awal (seed funding).
- Akses jaringan global mentor, investor, dan pelaku bisnis.
- Dukungan operasional untuk membantu startup berkembang menuju pendanaan seri berikutnya dengan peluang yang lebih setara.
Nigeria hingga Kolombia: Wajah-wajah Perempuan Penggerak
Peluncuran Aurora Ventures turut diwarnai dengan pengumuman finalis Aurora Tech Award 2026, yang mencatat rekor lebih dari 3.400 pendaftar dari berbagai negara. Salah satu founder asal Nigeria, Adeola Ayoola-Famasi, berhasil masuk 10 besar finalis. Ia akan bergabung dengan deretan nama lain seperti Adriana Gonzalez-Tizo (Panama), Angela Acosta-Morado (Kolombia), Estefania Abello (Kolombia), Mariana Zuliani (Brasil), hingga Penny Musengi (Kenya) dan lainnya.
inDrive: Bukan Sekadar CSR, Tapi Membuka Peluang yang Terlewat
Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia, menegaskan bahwa dukungan terhadap Aurora Ventures adalah bagian dari DNA perusahaan yang sejak awal lahir dengan menghadapi tantangan besar di industri.
“Kami melihat semangat yang sama juga dimiliki oleh banyak founder perempuan di emerging markets saat ini. Dukungan terhadap Aurora Ventures bukan hanya soal inisiatif sosial, tetapi juga tentang membuka peluang besar yang selama ini kurang mendapatkan perhatian,” ujar Rio.
Pilot 2026: Membangun Portofolio Awal
Program pilot Aurora Ventures 2026 akan difokuskan pada pembangunan portofolio awal sekaligus memperkuat fondasi menuju struktur pendanaan venture capital yang lebih besar di masa depan. Sejak pertama kali hadir pada 2021, Aurora Tech Award telah menjadi wadah bagi founder perempuan teknologi dari 127 negara untuk mendapatkan akses pendanaan, jaringan global, dan peluang pengembangan bisnis.
Dengan hadirnya Aurora Ventures, harapannya kesenjangan pendanaan yang selama ini membelenggu perempuan penggerak startup di negara berkembang mulai terurai. Pendanaan setara, akses global, dan kepercayaan pada kompetensi—itulah yang ditawarkan.





