Renduk Pascabencana Bawa Harapan Baru Petani-Ketahanan Pangan Berkelanjutan

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah menjalankan serangkaian program pemulihan lahan pertanian dan penguatan ketahanan pangan berkelanjutan guna menopang swasembada pangan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan ekonomi masyarakat pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi permanen. Fokus utamanya adalah produksi pangan yang layak secara ekologis, pengembangan kawasan pertanian sesuai karakteristik lahan, serta mendorong diversifikasi komoditas pangan melalui sistem produksi yang adaptif terhadap perubahan iklim.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian serius terhadap pemulihan lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Ia menekankan pentingnya gerak cepat seluruh pemangku kepentingan agar lahan yang rusak dapat segera kembali produktif.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran, mulai dari menteri, gubernur, hingga bupati dan wali kota, agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal," kata Amran dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Hal itu ia katakan saat meninjau rehabilitasi lahan di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumbar, beberapa waktu lalu.

Amran mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan bantuan dengan total nilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemulihan di tiga wilayah terdampak. Anggaran ini mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari perbaikan infrastruktur pertanian hingga dukungan sarana produksi bagi petani.

Sebagai langkah jangka panjang, program ini telah diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Skema yang disusun berorientasi pada nilai tambah hasil pertanian, diversifikasi pangan, pertanian berkelanjutan, penguatan koperasi, serta akses pasar yang inklusif.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian menegaskan, Renduk akan menjadi acuan utama pemerintah dalam mengawal segala proses pemulihan permanen yang bersifat fisik maupun non-fisik selama tiga tahun ke depan (2026-2028).

"Sekarang proses menuju pemulihan permanen atau rehab-rekon. Kuncinya adalah renduk yang direkap dari kabupaten, kota, provinsi terdampak, serta kementerian/lembaga. Dokumen ini kemudian disandingkan oleh Bappenas dan dikawal oleh Satgas PRR," ujar Tito seusai rapat kerja bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5) lalu.

Sebagai tahapan awal implementasi, Satgas PRR terus mempercepat penyaluran bantuan pertanian di tiga daerah terdampak. Data Satgas PRR hingga akhir Mei 2026 mencatat realisasi bantuan pertanian telah mencapai Rp877,126 miliar untuk program rehabilitasi sawah, optimalisasi lahan, serta pembangunan jaringan irigasi.

Pada periode yang sama, luasan lahan yang berhasil dipulihkan juga terus meningkat. Sebanyak 9.931 hektare sawah tercatat telah selesai direhabilitasi dari total target 42.702 hektare lahan terdampak di tiga provinsi tersebut.




(ega/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditjen Imigrasi Perketat Pengawasan Izin Tinggal WNA
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tahun Baru Islam 2026 Jadi Hari Libur Nasional? Cek Jadwal 1 Muharram 1448 H
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Defisit APBN Tidak Selalu Buruk: Memahami Logika Fiskal dengan Cara Sederhana
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pipa Gas di Bekasi Diduga Bocor, Semburan Gas Bikin Warga Panik
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Israel Tutup Seluruh Perlintasan Jalur Gaza Usai Serangan Rudal Iran
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.