MAKASSAR, FAJAR – Deretan kepala daerah berlabuh ke Gerindra. Ada yang telah resmi, sebagian masih beproses.
Menguatnya posisi Partai Gerindra pasca-Pemilu 2024 mulai memunculkan fenomena baru di Sulsel. Sejumlah kepala daerah mendekat bahkan bergabung dengan partai besutan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut.
Bupati-Wakil Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim-Jumail Mappaile, lebih awal bergabung sebagai kader Gerindra. Saat pengumuman, mereka bahkan mengakui telah bergabung sejak Pilkada Serentak 2024.
Langkah politik itu menjadi perhatian karena Abdullah Rahim sebelumnya dikenal sebagai kader PKS sebelum mengikuti jejak Anis Matta bergabung ke Partai Gelora pada 2019.
Pada Pilkada Luwu Utara 2024, pasangan Abdullah Rahim-Jumail Mappaile diusung Partai Nasdem dan Gerindra, sementara Gelora hanya berstatus partai pendukung karena tidak memiliki kursi di DPRD.
“Kami merasa memiliki kesamaan visi dengan Bapak Prabowo, terutama dalam mendukung program Asta Cita yang menjadi arah pembangunan nasional,” kata Abdullah Rahim, Minggu, 7 Juni 2026.
Masuknya duet kepala daerah Luwu Utara ke Gerindra dinilai menjadi sinyal kuat bahwa partai berlambang kepala garuda itu semakin menarik bagi para kepala daerah yang ingin memperkuat koneksi politik dengan pemerintah pusat.
Selain dari Luwu Utara, spekulasi serupa juga mengarah kepada Bupati Soppeng Suwardi Haseng. Politikus yang selama ini dikenal sebagai kader Golkar itu disebut-sebut tengah menjalin kedekatan dengan Gerindra.
Isu tersebut menguat setelah Suwardi tidak menghadiri Konsolidasi DPD I Partai Golkar Sulsel yang digelar di Kabupaten Soppeng pada pertengahan Mei 2026.
Ketidakhadiran tuan rumah dalam agenda penting partai itu memunculkan berbagai tafsir politik. Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar M Natsir Ali juga dikabarkan masuk dalam radar Gerindra.
Keluarga Natsir diketahui memiliki kedekatan historis dengan partai tersebut. Saudaranya, Muh Basli Ali, pernah menjabat Ketua DPC Gerindra Selayar sekaligus anggota DPRD Selayar dari Fraksi Gerindra.
Sinyal kedekatan keduanya dengan Gerindra makin terlihat ketika Suwardi Haseng dan Natsir Ali hadir dalam agenda Tudang Sipulung Kadin Sulsel di Makassar yang juga dihadiri Ketua DPD Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras.
Dalih Pengurus
Meski demikian, Ketua Bappilu DPD Gerindra Sulsel Harmansyah membantah adanya agenda politik khusus dalam pertemuan tersebut.
“Mereka hadir sebagai kepala daerah yang berlatar belakang pengusaha. Itu lebih kepada silaturahmi antara pengusaha dan Kadin,” ujarnya.
Di Wajo, Bupati Andi Rosman juga diisukan akan bergabung ke Gerindra. Sebelum terjun ke politik, Rosman merupakan birokrat yang berkarier di Pemkab Maros. Sejumlah partai meliriknya, namun Rosman disebut lebih tertarik gabung ke Gerindra.
Fenomena merapatnya sejumlah kepala daerah ke Gerindra tidak bisa dilepaskan dari capaian politik partai itu pada Pemilu 2024. Di Sulsel, Prabowo mencatat lonjakan suara signifikan pada Pilpres 2024.
Perolehan suara meningkat hampir dua kali lipat, dari sekitar 1,6 juta suara pada Pilpres 2019 menjadi sekitar 3 juta suara. Efek kemenangan tersebut turut berdampak pada performa Gerindra di legislatif.
Untuk DPR RI, Gerindra menambah kursi dari tiga menjadi lima kursi dengan perolehan suara meningkat dari sekitar 550 ribu menjadi 960 ribu suara.
Di DPRD Sulsel, Gerindra juga naik dari 11 menjadi 13 kursi. Sementara di DPRD kabupaten/kota, jumlah kursi bertambah dari 97 menjadi 107 kursi.
Pada Pilkada 2024, Gerindra turut mencatat hasil positif dengan memenangkan 14 dari 24 pasangan calon yang diusung di tingkat kabupaten dan kota di Sulsel. (ams/zuk)





