WASHINGTON, KOMPAS.TV - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Chris Murphy, mengatakan serangan terbaru Israel ke Iran pada Senin (8/6/2026) telah mempermalukan Washington dan Presiden AS Donald Trump.
Murphy mengatakan, perang AS-Israel di Iran sejak awal telah mempermalukan Amerika secara keseluruhan.
Namun, situasi terkini disebutnya semakin memalukan usai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terang-terangan membangkang dari Trump.
Baca Juga: Iran Marah Besar Beirut Diserang, Gempur Israel dengan Gelombang Rudal
Sebelumnya, Donald Trump menyatakan Netanyahu sepakat untuk tidak menyerang Iran usai Teheran menggempur Israel pada Minggu (7/6/2026) malam.
Israel kemudian mengebom berbagai lokasi di Iran beberapa jam setelah pernyataan Trump.
"Perang ini memalukan bagi Trump dan kekuatan Amerika pada umumnya. Dan ketika Trump mengumumkan dia akan menelepon Netanyahu dan menyuruhnya tidak membalas (Iran), selang beberapa jam, Netanyahu membalas. Ini semakin memalukan," kata Murphy dikutip Al Jazeera, Senin (8/6/2026).
Israel dilaporkan meluncurkan serangan udara ke wilayah barat dan utara Iran. Serangan tersebut dilaporkan turut mengenai pabrik petrokimia di Bandar Mahshahr.
Sebelumnya, Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel karena pelangaran gencatan senjata di Lebanon. Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) menegaskan serangan ini diluncukan karena Israel menggempur Distrik Dahiyeh, wilayah selatan Beirut, yang menewaskan dua orang.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- serangan israel ke iran
- donald trump
- iran
- lebanon





