Anggota tim Palang Merah Republik Demokratik Kongo (DRC) yang mengenakan alat pelindung diri (APD) membawa peti mati seorang perempuan yang diduga meninggal akibat penyakit virus Ebola untuk menjalani proses pemakaman aman di Bunia, Minggu (7/6/2026).
Pemakaman dengan prosedur khusus dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus Ebola yang tengah melanda wilayah timur DRC.
Di tengah meningkatnya kasus, Uni Eropa telah mengirimkan 100 ton bantuan kemanusiaan melalui jalur udara ke daerah-daerah terpencil di timur DRC yang terdampak wabah Ebola.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan medis, logistik, dan penanganan darurat, di wilayah yang mengalami keterbatasan akses.
Pemerintah DRC sebelumnya menetapkan status epidemi demam berdarah Ebola pada 15 Mei 2026. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah tersebut sebagai keadaan darurat kesehatan internasional mengingat risiko penyebarannya yang semakin luas.





