Tambah Armada, PT KAI Belanja KRL Rp 9,18 Triliun

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI segera menambah armada. Secara bertahap, penambahan armada ini mencapai 37 trainset dengan nilai Rp 9,18 triliun.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rapat dipimpin Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.

Pengadaan kereta rel listrik (KRL) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) ini akan dibiayai dengan penyertaan modal pemerintah, kas internal PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), dan pembiayaan bank.

Penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 5,3 triliun terdiri dari PMN tahun anggaran (TA) 2024 Rp 2 triliun, TA 2025 sebesar Rp 1,8 triliun, dan diharapkan TA 2026 Rp 1,5 triliun. Kas internal PT KCI yang dialokasikan Rp 0,19 triliun sedangkan pinjaman bank Rp 3,69 triliun.

Pengadaan ini akan dilakukan dalam lima kontrak. Pertama, kontrak pengadaan KRL baru sebanyak 192 unit atau 16 trainset yang ditandatangani pada 9 Maret 2023 (adendum ke-3 pada 4 Desember 2025) antara KCI dan PT INKA dengan nilai kontrak Rp 3,85 triliun.

Kedua, kontrak pengadaan KRL baru impor sebanyak 36 unit atau 3 trainset antara KCI dan CRRC Qingdao Sifang Co Ltd. Kontrak yang ditandatangani pada 31 Januari 2024 ini senilai Rp 0,83 triliun atau 49,4 juta dolar AS.

Ketiga, kontrak pengadaan KRL baru impor atau pengganti 17 retrofit PT Inka sebanyak 96 unit atau 8 trainset. Kontrak ini ditandatangani pada 8 Mei 2024 antara KCI dan CRRC Qingdao Sifang Co Ltd senilai Rp 2,2 triliun atau 131,5 juta dolar AS.

Kontrak keempat adalah pengadaan KRL retrofit sebanyak 24 unit atau dua trainset antara PT KCI dan PT Inka yang ditandatangani pada 3 November 2023 dan adendum 6 Mei 2024 senilai Rp 0,25 triliun.

Terakhir, rencana kontrak pengadaan KRL baru sebanyak 96 unit atau 8 trainset antara KCI dan PT Inka senilai Rp 2,05 triliun. Kontrak ini belum ditandatangani.

Menurut Bobby, penambahan armada ini dilakukan sesuai peningkatan jumlah penumpang KRL yang naik 4 persen setiap tahun. Dengan demikian, diproyeksikan pada 2030, jumlah pengguna KRL akan mencapai 437 juta orang.

Selain itu, sebagian besar armada yang beroperasi adalah kereta bekas impor dari Jepang dan sudah berusia antara 34-41 tahun. Jumlah kereta bekas ini mencapai 780 unit.

Selain PT KAI, PT INKA juga menambah kapasitas pabriknya di Madiun dan Banyuwangi melalui PMN. Untuk tahun anggaran 2025, kata Dirut PT Inka (Persero) Eko Purwanto, PT INKA telah menerima Rp 473 miliar pada 31 Desember 2025.

Jumlah ini akan digunakan untuk menambah fasilitas produksi dan pengembangan sebesar Rp 440 miliar dan memperkuat fasilitas pendukung Rp 33 miliar.

Saat ini, PT INKA memiliki dua fasilitas produksi yakni di Madiun dan Banyuwangi. Pabrik di Madiun seluas 22 hektar difokuskan untuk kereta-kereta yang tidak berpenggerak, yaitu kereta penumpang konvensional seperti yang ditarik lokomotif, gerbong barang, produksi lokomotif serta komponen-komponen rangka bawah seperti bogie.

Adapun pabrik di Banyuwangi disiapkan untuk produksi kereta-kereta berpenggerak seperti KRL, LRT, MRT, kereta rel diesel elektrik (KRDE).

"Banyuwangi ini pabrik yang baru dengan luas 83,49 hektar. Saat ini sudah beroperasi secara terbatas. Nanti dengan PMN ini bisa untuk melengkapi pabrik Banyuwangi sehingga Banyuwangi bisa beroperasi dengan optimal," tambah Eko.

Saat ini, di pabrik Banyuwangi baru beroperasi satu line produksi. PMN akan menambah kapasitas produksi pabrik Banyuwangi. Bila fasilitas-fasilitas pabrik dilengkapi, lanjut Eko, kapasitas produksi kereta berpenggerak akan meningkat dari 125 car set pertahun menjadi 250 car set per tahun.

Kapasitas fasilitas produksi di Madiun per tahun saat ini baru mampu memproduksi 800 car gerbong, 336 unit car kereta penumpang, dan 15 lokomotif. Selain itu, pabrik Madiun baru bisa memproduksi bogie (kerangka beroda di bawah kereta) sebanyak 300 car set per tahun.

Setelah PMN 2025, menurut Eko, kapasitas produksi di Madiun juga akan bertambah. Pabrik akan mampu memproduksi bogie untuk 586 car set per tahun. Selain itu, pabrik Madiun juga akan mulai memproduksi propulsi untuk penggerak kereta. Selama ini, propulsi masih diimpor.

Pengerjaan penguatan fasilitas-fasilitas produksi ini, sampai Mei 2026, baru 13 persen. Adapun proses pengadaan dan pengerjaan dijadwalkan rampung sampai triwulan ketiga 2027.

Proses yang lama ini, menurut Eko, karena ada beberapa permesinan yang dibuat sesuai kebutuhan dan desain (customized).

Tiga kapal

PT Pelni (Persero) juga menambah tiga kapal penumpang dari penyertaan modal negara pada tahun anggaran 2024 dan 2025. Pada tahun anggaran 2024, dikucurkan Rp 1,5 triliun dan tahun 2025 sebesar Rp 2,5 triliun.

Dirut PT Pelni (Persero) Tri Andayani. menjelaskan, nilai PMN yang diberikan kepada Pelni jumlahnya sebesar 4 triliun yang bersumber dari APBN tahun 2024 sebesar 1,5 triliun. Tujuan penggunaannya untuk uang muka pengadaan tiga unit kapal penumpang.

Adapun nilai PMN yang bersumber dari APBN 2025 sebesar 2,5 triliun tujuannya untuk perlunasan pengadaan tiga unit kapal penumpang atas PMN 2024. Pengadaan ini dilakukan untuk mengganti KM Umsini, KM Kelimutu, dan KM Lawit.

Sebanyak 15 persen armada kapal PT Pelni yang berjumlah 26 kapal penumpang, berkapasitas 1.000, 2.000, 3.000 penumpang. Kapal-kapal itu berusia 25 tahun. Adapun 85 persen atau 17 kapal sudah berusia di atas 25 tahun.

Setiap tahun, menurut Andayani, kapal Pelni tetap dipelihara. Namun, pengadaan dianggap perlu untuk meningkatkan keselamatan. Apalagi, kapal tua membuat inefisiensi pada aspek operasional dan aspek teknis.

Rencananya, satu unit kapal pengganti KM Umsini diproyeksikan beroperasi pada semester 1 tahun 2029. Kapal pengganti KM Kelimutu akan beroperasi pada semester 2 tahun 2029. Kemudian kapal ketiga pengganti KM Lawit akan beroperasi pada semester 1 tahun 2030. 

Total biaya pengadaan tiga unit kapal ini adalah Rp 4,5 triliun dengan Rp 4 triliun dari PMN tahun anggaran 2024-2025 sedangkan dan Rp 500 miliar berasal dari dana internal PT Pelni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Said Didu Ungkap 8 Kelompok Kaya Raya Tanpa Kerja Jelas
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pernyataan Berkelas Nova Arianto Usai Timnas Indonesia U-19 Tembus Semifinal Piala AFF Berkat Habisi Vietnam
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Jadwal Kejuaraan Voli Industri & Bola Voli Profesional Korea 2026, Senin 8 Juni: Hyundai Hillstate Main Tanpa Megawati Hangestri
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
John Herdman Beri Kabar Terkini soal Kondisi Cedera Justin Hubner: Bisa Main Lawan Mozambik?
• 25 menit lalubola.com
thumb
Kala Daun Pisang Antarkan Mbah Painah Naik Haji
• 3 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.