Said Iqbal Tiba di Istana Jelang Pelantikan, Ungkap Alasan Gabung Kabinet

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden KSPI Saiq Iqbal menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026), untuk dilantik menjadi penasihat khusus presiden.

Said datang sekitar pukul 15.50 WIB bersama istri dan anaknya.

Said memakai jas hitam dan dasi biru muda.

Sementara istrinya memakai kebaya warna gelap dengan nuansa batik dan anaknya memakai kebaya warna oranye.

Baca juga: Alasan Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Said mengungkap, dirinya akan dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.

Dia mengaku mau masuk ke Kabinet Merah Putih untuk memperjuangkan aspirasi buruh dari dalam pemerintahan.

"Setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui di dalam," kata Said, di Istana.

Said mengatakan, Presiden Prabowo Subianto berpihak kepada masyarakat kecil termasuk buruh, petani, nelayan, dan guru.

Hal inilah yang mendorong Said ingin masuk kabinet guna memberikan masukan, menjaga keseimbangan.

Baca juga: Bakal Dilantik Prabowo Hari Ini, Said Iqbal Perjuangkan Kesejahteraan Buruh

"Nah, saya memberanikan diri berikhtiar, berijtihad, bahwa saya juga harus memberikan keseimbangan terhadap apa-apa yang ingin diperjuangkan oleh kaum buruh. Dan secara demokratis tidak akan mengurangi daya kritis kami terhadap persoalan-persoalan perburuhan. Saya pikir itu saja," ujar dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dia mengungkap salah satu agenda prioritas yang akan diperjuangkannya adalah RUU Ketenagakerjaan.

"RUU Ketenagakerjaan. Nanti kita bicara lagi ya," ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Anomali Harga Sawit, Mentan Amran: Perintah Presiden, Bela 15 Juta Petani
• 6 jam lalumatamata.com
thumb
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Potret Keseruan Fun Run teman kumparan Running Club Edisi World Environment Day!
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Mahasiswa BMKT Unhas Pelajari Proses Produksi Jurnalistik di FAJAR
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Danantara Bentuk Sistem Digitalisasi untuk Ekspor Satu Pintu via DSI
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.