HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kunjungan akademik ke ruang redaksi Harian FAJAR di Gedung Graha Pena Makassar, Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Penulisan Kreatif ini bertujuan memperkenalkan ekosistem industri media massa sekaligus memberikan pemahaman mengenai proses pemberitaan yang akurat di tengah derasnya arus informasi digital.
Rombongan mahasiswa diterima langsung oleh Redaktur Harian Fajar, Ilham Wasi, dan Wartawan Senior Angriani S. Ugart. Dalam kesempatan tersebut, pihak redaksi menjelaskan transformasi multiplatform yang dilakukan Fajar Group. Selain mempertahankan media cetak, Fajar kini juga mengelola portal digital, kanal YouTube, Facebook, Instagram, hingga TikTok untuk menjangkau pembaca lintas generasi.
Ilham juga memaparkan secara komprehensif struktur kerja di dapur redaksi, mulai dari reporter, redaktur, fotografer, ilustrator, desainer grafis, hingga layouter yang bertanggung jawab terhadap tampilan halaman surat kabar.
Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai elemen dasar jurnalistik seperti headline, byline, lead berita, hingga sistem rubrikasi yang mencakup kanal opini, metropolis, dan Keker yang menyasar segmen remaja.
Pada sesi berbagi pengalaman, Angriani S. Ugart turut menceritakan sejumlah pengalaman liputan, termasuk penugasan jurnalistik di luar negeri dan peliputan berbagai peristiwa bencana. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan tanggung jawab profesi wartawan di lapangan.
Dua perwakilan mahasiswa BMKT Unhas, Lim Yi Vun dan Deva, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kunjungan tersebut. Menurut Lim Yi Vun, kegiatan itu membuka pemahaman mengenai proses produksi koran yang melibatkan banyak profesi.
“Kami jadi tahu bahwa dalam setiap koran ada headline atau topik utama, dan ternyata banyak pihak yang berkontribusi dalam proses penerbitannya, mulai dari reporter, redaktur, hingga ilustrator,” ujarnya.
Senada dengan itu, Deva mengatakan kunjungan tersebut menjawab rasa penasarannya terhadap aktivitas yang berlangsung di Graha Pena, yang selama ini hanya ia lihat dari luar.
Di tengah maraknya penyebaran informasi di ruang digital, Harian FAJAR yang kini berusia 44 tahun menegaskan pentingnya penerapan nilai berita (news value), prinsip verifikasi, dan keberimbangan (balance) dalam menyajikan informasi kepada publik serta menyaring hoaks.
Dalam sesi diskusi interaktif, mahasiswa juga diajak mengenali potensi karya jurnalistik berbentuk catatan perjalanan (travelogue). Materi ini dinilai relevan karena sejumlah mahasiswa BMKT Unhas dijadwalkan mengikuti program akademik 2+2 ke Nanchang, Tiongkok, pada September mendatang.
Kunjungan akademik diakhiri dengan penyerahan koran edisi cetak kepada mahasiswa serta sesi foto bersama. Para peserta mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di ruang redaksi.
“Gedungnya bagus, dan saya tidak menyangka di lantai 19 ternyata ada kafe,” ujar Deva.
Kunjungan ini pun diharapkan meningkatkan literasi digital, memahami proses kerja media profesional, serta menyadari pentingnya tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang faktual dan objektif kepada masyarakat. (*/)
Oleh: Muh. Kahlil Gibran
Magang Harian Fajar





